KPU Nilai Kubu Prabowo Hina MK Lantaran Sebut Mahkamah Kalkulator

Selasa, 18 Juni 2019 10:32 Reporter : Merdeka
KPU Nilai Kubu Prabowo Hina MK Lantaran Sebut Mahkamah Kalkulator Sidang kedua sengketa Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin menyinggung soal ungkapan kubu Prabowo-Sandi soal Mahkamah Kalkulator.

Ali mengatakan, dengan menyebut MK sebagai mahkamah kalkulator, merupakan upaya kubu Prabowo-Sandi yang ingin mengalihkan isu karena ketidakmampuan menyusun gugatan.

"Ada pengalihan isu karena ketidakmampuan pemohon yang tidak dapat menyusun permohonan," kata Ali saat membacakan tanggapan sengketa Pilpres di Sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (18/6).

Hal ini, kata Ali sangat membahayakan MK dan dapat mengganggu substansi hukum.

"Ini bentuk penghinaan terhadap MK yang selama ini sudah dibangun dengan baik," kata Ali.

Ali juga membeberkan soal keputusan MK yang dinilai adil saat memutuskan sengketa pilkada di beberapa daerah.

"Sikap pemohon mengatakan bahwa MK adalah mahkamah kalkulator merupakan sikap unhistoris," tandas Ali.

Sebelumnya, Ketua Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto berharap Mahkamah Konstitusi (MK) tak hanya menelusuri angka-angka yang bersifat numerik dalam menangani sengketa hasil Pilpres. Bambang mengistilahkan MK jangan jadi "mahkamah kalkulator".

MK, kata mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, sudah seharusnya menelusuri secara serius dugaan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Kami mencoba mendorong MK bulan sekadar mahkamah kalkulator yang bersifat numerik, tapi memeriksa betapa kecurangan begitu dahsyat," kata Bambang seusai menyerahkan permohonan gugatan hasil Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (24/5).

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini