KPU Catat 10 Petugas KPPS di Tangerang Meninggal Selama Penghitungan Suara
Merdeka.com - 10 petugas kelompok panitia pemumgutan suara (KPPS) se-Tangerang tercatat meninggal dunia selama masa masa penghitungan suara Pemilu 2019 yang digelar pada Rabu 17 April 2019 kemarin.
Adapun 10 petugas KPPS yang meninggal dunia tersebut, paling banyak berada di wilayah Kabupaten Tangerang, dengan jumlah 6 petugas.
Ketua KPU Kota Tangerang Selatan, Bambang Dwitoro mengungkapkan ada dua petugas KPPS yang meninggal dunia untuk wilayah Kota Tangsel.
"Satu Ketua KPPS 50 di Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren dan seorang petugas Linmas di Kelurahan Muncul," kata Bambang saat dikonfirmasi, Selasa (30/4).
Dia mengakui dua petugas KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas mengawal pelaksanaan perhitungan untuk lima jenis kertas suara.
Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Kabupaten Tangerang, Ali Zaenal Abidin. Ali menuturkan, petugas KPPS yang akhirnya meninggal tersebut sempat menjalani perawatan medis RS.
"Jadi, meninggal setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah," ungkap dia.
Mengenai biaya pengobatan petugas yang sakit dan dirawat, lanjut Ali, seluruhnya ditangani di RSUD Tangerang dengan biaya dari Pemkab Tangerang.
Namun, pihak KPU dan Pemda belum memutuskan adanya pemberian santunan bagi petugas KPPS yang meninggal. "Kalau santunan yang meninggal tidak ada, tapi kalau biaya rumah sakit memang ditanggung," ujarnya.
Sementara, data petugas KPPS yang sakit yakni, Kota Tangerang sebanyak 8 orang, Tangerang Selatan sebanyak 2 orang dan Kabupaten Tangerang 10 orang. Hingga saat ini, seluruhnya masih dalam perawatan di rumah sakit.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya