KPU akan Laporkan Hoaks Soal Penghitungan Suara di Luar Negeri ke Bareskrim

Jumat, 12 April 2019 16:54 Reporter : Sania Mashabi
KPU akan Laporkan Hoaks Soal Penghitungan Suara di Luar Negeri ke Bareskrim KPU. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz tak tinggal diam dengan pemberitaan bohong atau hoaks soal penghitungan suara di luar negeri yang memenangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Dia menegaskan, pihaknya berencana akan melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Siber Mabes Polri. "Itu sepenuhnya tak benar, insyaAllah akan kami laporkan ke cyber crime mabes Polri," katanya di Hotel Haris, FX Sudirman, Jumat (12/4).

Viryan menjelaskan penghitungan suara pemilu di luar negeri baru dimulai KPU pada 17 April mendatang meski pemungutan suara dilakukan lebih cepat pada 8 hingga 14 April. Sehingga pemberitaan tersebut tidak benar.

"Namun penghitungan suaranya baru tanggal 17 April, sehingga bisa dipastikan itu hoaks pemilu, disebutkan di negara-negara tertentu perolehan suaranya sekian persen sekian persen, itu sepenuhnya tak benar," ungkapnya.

Sebelumnya, berita Liputan6.com soal hasil sementara pencoblosan di luar negeri dicatut oleh orang tak bertanggung jawab untuk hoaks. Informasi tersebut beredar di aplikasi percakapan, Whatsapp.

Hoaks tersebut dibuat dalam dua versi. Satu berisi hasil sementara pencoblosan yang memenangkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Lainnya, hasil sementara pencoblosan di luar negeri yang memenangkan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hasil perhitungan itu disebutkan berasal dari pencoblosan di Saudi Arabia, Yaman, Belgia, Jerman, Uni Emirat Arab, USA, Ukraina, Papua Nugini, Taiwan, Hong Kong dan Korea Selatan.
Kedua versi menampilkan hasil perhitungan kedua paslon menang di atas 50 persen.

Padahal, berita berjudul KPU: Pemungutan Suara Pemilu di Luar Negeri Berlangsung Aman itu berisi tentang pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang pantauan pemungutan suara di luar negeri.

Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati menyayangkan penyalahgunaan artikel tersebut untuk hoaks.

"Liputan6.com sebagai media yang selalu menjaga kepercayaan publik akan berkomitmen menulis berita sesuai fakta dan ikut serta melawan hoaks yang makin marak," kata Irna. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini