Ketum Golkar: Indonesia Harus Keluar dari Middle Income Country

Kamis, 22 Oktober 2020 01:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ketum Golkar: Indonesia Harus Keluar dari Middle Income Country Airlangga Hartarto Hadiri Rangkaian HUT Partai Golkar. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berbicara mengenai Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Dia mengatakan, dengan UU tersebut bisa membawa Indonesia keluar dari negara middle income country.

"Partai Golkar juga berperan aktif sebagai bagian dari partai pendukung pemerintah yang kemarin dalam pembahasan sekaligus pengesahan undang undang cipta kerja dan ini adalah tujuannya agar kita bisa keluar dari negara berpenghasilan menengah atau middle income country, di dalam middle income country biasanya tidak bisa bersaing di dalam terkait dengan gaji tenaga kerja, ada yang lebih rendah yaitu lower income country," katanya saat pidato di HUT ke-56 Golkar, Rabu (21/10) malam.

Menurutnya, reformasi struktural harus dilakukan melalui UU Cipta Kerja. Dia bilang, negara Indonesia harus keluar dari jebakan middle income country dan juga tak boleh kalah dalam produktifitas dan teknologi.

"Tapi kalau kita lihat di produktifitas kalah, dan teknologi kalah dengan negara yang lebih maju sehingga jebakan middle income country harus diselesaikan dan salah satunya melakukan reform struktural melalui undang undang cipta kerja," tuturnya.

Airlangga pun mengapresiasi Ketua Fraksi Golkar DPR RI yang telah menjalankan pembahasan UU Cipta Kerja di parlemen. Kemudian, ia berterima kasih kepada pimpinan DPR yang telah mengesahkan UU sapu jagat tersebut.

"Dan partai Golkar berterimakasih kepada pimpinan DPR yang telah memimpin rapat pleno DPR dan juga sudah mengetok undang-undang pada 5 Oktober," ucapnya.

Menko Perekonomian itu juga mengucapkan terima kasih kepada Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang mensosialisasikan file lengkap UU Cipta Kerja kepada lembaga internasional. Dia juga berterima kasih atas kerja partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Dan ditambah lagi yang pertama memberi Pak Menko Marinves file lengkap terkait dengan undang undang Ciptaker dan itu disampaikan Pak Menko Marinves ke lembaga lembaga yang lain sehingga lembaga internasional seperti World Bank pun berubah pandangannya sesudah membaca secara lengkap," tuturnya.

"Jadi kami terimakasih kepada seluruh partai Golkar yang bekerja keras untuk bangsa dan negara bersama sama dengan partai partai politik pendukung bapak Presiden Jokowi dan Bapak Maruf Amin untuk menjalankan program-program pembangunan," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini