Keseimbangan Spritual dan Intelektual Dinilai Jadi Kunci Sukses Pemimpin

Sabtu, 19 Oktober 2019 16:26 Reporter : Iqbal Fadil
Keseimbangan Spritual dan Intelektual Dinilai Jadi Kunci Sukses Pemimpin Ilustrasi berdoa. ©Shutterstock

Merdeka.com - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan kunci sukses seorang pemimpin terletak pada basis spiritualitas. Pemimpin juga mesti memperluas wawasan dengan terus belajar. Dengan begitu terciptalah keseimbangan spiritual dan intelektual.

Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertema 'Basis Spiritual Studi Sukses Memimpin Negeri' yang diselenggarakan Al Wasath Institute dengan BEM UHAMKA, Jakarta.

Mu'ti menuturkan, mahasiswa juga mesti memiliki eksistensi dan mampu jadi pemimpin. Dia meminta mahasiswa tak sekadar ikut-ikutan sesuatu tanpa tahu maknanya. Mahasiswa harus mengetahui apa yang ia kerjakan dan harus menjadi penentu arah bangsa ini.

"Karena itu mahasiswa harus punya eksistensi. Bukan hanya sekedar menjadi aktivis tapi menjadi pemimpin. Kalau ikut demo harus menjadi penentu bukan sekedar ikut-ikutan. Garang di lapangan tapi giliran kena gas air mata dan ditahan polisi nangis-nangis minta dibebaskan", ujar dia disambut tawa peserta.

Sementara Direktur Eksekutif Al Wasath Institute, Faozan Amar, meyakini prosesi pelantikan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 berlangsung aman dan damai. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak mendoakan kelancaran perhelatan akbar 20 Oktober 2019 tersebut.

"Insya Allah berjalan aman, mari kita doakan," kata Faozan di lokasi yang sama.

Faozan menuturkan, seorang pemimpin harus memiliki basis spiritualitas yang kuat serta kemampuan intelektualitas yang baik. Dengan begitu, setiap permasalahan yang ada akan dihadapi dengan mudah dan cermat. Menurut dia, Jokowi-KH Ma'ruf Amin telah memiliki dua hal itu sehingga sangat tepat untuk memimpin bangsa ini.

"Pak Jokowi-KH Ma'ruf memiliki keduanya," ucapnya.

Faozan mengatakan mahasiswa merupakan calon pemimpin masa depan. Mereka perlu terus melatih diri agar kuat dalam spiritualitas dan cakap dalam intelektualitas. Dengan demikian, bangsa ini tidak akan kehabisan stok terbaik calon pemimpin masa depan.

"Manfaatkan waktu selagi muda. Terus gali potensi diri dan diperkuat basis spiritualnya," ucapnya. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini