Jokowi Ajak Pendukung ke TPS Pakai Baju Putih, Kubu Prabowo Nilai akan Picu Konflik
Merdeka.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean, menilai instruksi capres petahana Joko Widodo (Jokowi) mengajak pendukungnya mengenakan baju putih saat mencoblos nanti menabrak asas Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) Pemilu. Menurutnya, Jokowi tak memahami asas tersebut.
"Apa yang disampaikan Jokowi untuk pemilihnya menggunakan baju putihnya nanti, pertama Jokowi tidak memahami asas pemilu yang harusnya berlangsung secara rahasia, bebas dan luber. Dengan menggunakan identitas tertentu maka asas rahasia itu gugur sudah, dan itu yang tidak dipahami oleh Jokowi," kata Ferdinand kepada wartawan, Rabu (27/3).
Kemudian, instruksi tersebut berpotensi menimbulkan konflik di TPS nanti. Ferdinand khawatir dua pendukung yang beda pilihan bisa bergesekan lantaran ada perbedaan yang mencolok melalui simbol baju.
"Nanti di TPS yang tidak baju putih melihat 'oh ini baju putih pendukung Jokowi', sebaliknya begitu tidak menggunakan baju putih pendukung Prabowo. Maka potensi konflik akan sangat mungkin terjadi di TPS, karena ada perbedaan yang mencolok di situ. Jadi ini yang tidak diketahui Jokowi bahwa dia telah menebar bibit konflik," tuturnya.
Politikus Partai Demokrat itu menduga, instruksi tersebut merupakan rancangan untuk membenarkan sebuah kecurangan. Menurutnya, selama ini publik mengetahui baju putih identik dengan pendukung Prabowo.
Dia mencontohkan, di sejumlah daerah seperti Solo dan Jakarta ada pendukung Prabowo dengan gerakan 'putihkan'. Apalagi, lanjut dia, baju putih identik dengan gerakan umat Islam 212 yang dinilai lebih memihak kepada oposisi.
"Karena 212 datang dengan baju putih di potret lah ini sebagai seperti pendukung Jokowi. Padahal bukan, nah mereka kemudian nanti akan menjadikan ini pembenaran loh itu di TPS ramai baju putih itu pendukung Jokowi," ucapnya.
"Padahal bukan, kemudian mereka bisa melakukan banyak kecurangan dalam perhitungan, ini bisa saja diperuntukkan untuk itu," tandas Ferdinand.
Sebelumnya, Jokowi mengajak pendukungnya mencoblos foto dirinya dan Ma'ruf Amin dalam kertas suara yang berpakaian putih. Dia juga meminta pendukungnya berbondong-bondong datang ke TPS dengan mengenakan pakaian putih.
"Jangan lupa, saya ingatkan tanggal 17 April itu kita pakai baju putih. Karena yang mau dicoblos nanti bajunya putih, karena kita adalah putih, putih adalah kita," kata Jokowi, Selasa (26/3).
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya