JK Tegaskan Perdamaian Dunia Butuh Keadilan dan Penguasaan Teknologi
Jusuf Kalla (JK) menyoroti pentingnya keadilan dan penguasaan teknologi sebagai fondasi utama menciptakan perdamaian dunia, menekankan peran strategis Indonesia dalam isu krusial ini.
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa upaya menciptakan perdamaian dunia harus berlandaskan keadilan. Hal ini juga harus didukung penuh oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni.
Pernyataan tersebut disampaikan JK saat memberikan tausiah Tarawih di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Acara berlangsung pada Kamis (5/3) malam, menarik perhatian banyak hadirin.
Menurut JK, konflik seringkali muncul akibat ketidakadilan, sengketa wilayah, hingga perebutan sumber daya alam. Penguasaan teknologi kini menjadi faktor krusial dalam dinamika konflik global saat ini.
Pentingnya Keadilan sebagai Akar Perdamaian
Jusuf Kalla mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa mendamaikan pihak yang berselisih merupakan amal yang lebih utama dibandingkan salat dan puasa sunnah. Hal ini menunjukkan betapa esensialnya perdamaian dalam kehidupan manusia.
Konflik umumnya muncul karena berbagai faktor, mulai dari ketidakadilan, persoalan politik dan sosial, sengketa wilayah, ideologi, hingga agama dan perebutan sumber daya alam. JK menilai ketidakadilan menjadi penyebab terbesar konflik, termasuk di Indonesia.
Dalam sejarah Indonesia, terdapat sedikitnya 15 konflik besar, dan sebagian besarnya dipicu oleh ketidakadilan yang dirasakan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. JK menyebutkan bahwa sembilan dari sekitar 15 konflik besar di Indonesia terjadi karena ketidakadilan.
JK juga menyoroti ironi konflik global yang saat ini terjadi di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, padahal ajaran Islam sangat menekankan pentingnya perdamaian.
Peran Teknologi dalam Dinamika Konflik Modern
Selain keadilan, penguasaan teknologi juga menjadi pilar penting dalam menjaga perdamaian dunia. JK menyinggung dinamika konflik internasional, termasuk antara Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Perang modern kini tidak lagi ditentukan oleh jumlah pasukan, tetapi oleh penguasaan teknologi militer canggih seperti roket, drone, dan sistem persenjataan mutakhir. Hal ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam strategi militer global.
Oleh karena itu, Kalla menekankan pentingnya pengembangan sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi. Kampus memiliki peran strategis dalam menciptakan inovasi yang dapat memperkuat kemajuan bangsa dan mendukung upaya perdamaian.
Kontribusi Indonesia untuk Perdamaian Dunia
Indonesia memiliki peran konstitusional dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana tercantum dalam pembukaan konstitusi yang menyatakan bahwa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Menurut Kalla, Indonesia sejak lama telah berkontribusi dalam diplomasi perdamaian, salah satunya melalui gagasan presiden pertama RI Soekarno yang menggagas Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam sejarah diplomasi global.
Pada kesempatan itu, JK turut membagikan pengalamannya dalam menyelesaikan konflik di Indonesia, termasuk konflik di Ambon yang berhasil dihentikan melalui perundingan damai yang kemudian dikenal sebagai Perjanjian Malino. Pendekatan dialog, keberanian, serta pemahaman agama secara benar menjadi kunci untuk menghentikan kekerasan antar kelompok yang berkonflik.
Kalla mengajak masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, untuk berperan aktif dalam menciptakan perdamaian serta mengembangkan ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa. Konflik dapat dihentikan jika akar masalahnya dipahami dan ada kemauan untuk duduk bersama mencari solusi.
Sumber: AntaraNews