Jika Menang Pileg 2019, PKS akan Wujudkan RUU Pemuliaan Tokoh dan Simbol Agama

Minggu, 13 Januari 2019 14:00 Reporter : Dedi Rahmadi
Jika Menang Pileg 2019, PKS akan Wujudkan RUU Pemuliaan Tokoh dan Simbol Agama Presiden PKS Sohibul Iman di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar kegiatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu, (13/01/2019). Pada kesempatan tersebut, Presiden PKS Sohibul Iman berjanji akan membidani lahirnya Rancangan Undang-undang (RUU) Pemuliaan Alim Ulama, Tokoh agama dan Simbol Agama, apabila meraih suara signifikan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Kalau kami di Pileg menang, kami berjanji akan memperjuangkan lahirnya RUU Pemuliaan Alim Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama," ujar Presiden PKS Sohibul Iman dalam pidatonya.

Sohibul berujar, bagi PKS alim ulama maupun tokoh agama memiliki posisi yang penting di Indonesia. Karena itu partai berbasis dakwah tersebut berkomitmen membidani lahirnya RUU Pemuliaan Ulama apabila menang Pileg 2019.

"Kami perlu sampaikan setelah maulid ini kami akan menggelar konferensi pers janji kampanye PKS yang ketiga. PKS berkomitmen untuk itu (RUU Pemuliaan Alim Ulama)," jelasnya.

Sementara itu, Politikus PKS Abdul Hakim mengamini pernyataan dari Presiden PKS Sohibul Iman soal kemenangan PKS pada pemilu 2019 nanti. Menurut dia, untuk mewujudkan hal tersebut DPP PKS telah menyiapkan pelatihan untuk 30 ribu kader PKS di seluruh provinsi kabupaten.

"DPP telah melakukan penyiapan para celegnya di seluruh provinsi kabupaten kota. Sehingga, sampai sekarang ini, telah mengikuti pelatihan untuk persiapan memenangi pemilu. Sekitar 30ribu yang sudah dilatih," ujar Abdul Hakim terpisah.

Abdul Hakim pun memastikan bahwa pihaknya akan segera dan terus menerus terjun di tengah masyarakat. Dia juga akan memastikan bahwa mereka punya kesiapan membawa aspirasi rakyat.

"Terakhir workshop akan dilakukan di Kalimantan Timur, 20 Januari. Itu penutupan workshop senasional," ujar Abdul Hakim.

Sedangkam soal simbol anti penistaan agama yang memang dijanjikan PKS bila menang pemilu 2019 nanti, Abdul Hakim menegaskan, bahwa harus ada yang dikoreksi dari oknum penegak hukum.

"Kita tahu ada perilaku yang harus segera dikoreksi dari oknum aparat penegak hukum, yang sering kali memperlakukan para tokoh agama dengan tidak semestinya," lanjut dia.

"Seharusnya mereka mendapat perlindungan karena berperan mendidik anak bangsa. Teman-teman di PKS merasa fenomena itu harus diperjuangkan," tandas dia. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini