Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelang debat pamungkas Pilgub Sumut, ini saran buat Djarot-Sihar

Jelang debat pamungkas Pilgub Sumut, ini saran buat Djarot-Sihar Djarot-Sihar mendaftar ke KPU Sumut. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Debat ketiga atau pamungkas calon gubernur-wakil gubernur Sumatera Utara, Selasa (19/6) malam, diprediksi bakal banyak memengaruhi masyarakat menentukan pilihannya. Maka dari itu, panggung debat harus dimanfaatkan masing-masing calon untuk menyosialisasikan program kerja yang terukur dan menegaskan mampu mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menyampaikan pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) harus mempertahankan citra positifnya pada debat ketiga yang digelar di Hotel Santika, Medan itu.

Persaingan Pilgub Sumut antara pasangan nomor urut satu Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan pasangan nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) terbilang cukup ketat. Awalnya, elektabilitas Eramas jauh meninggalkan Djoss, namun belakangan mulai mendekati.

"Djarot-Sihar harus mempertahankan citra baiknya. Program yang dikampanyekan harus dijaga sampai detik terakhir pencoblosan," kata Ubedilah saat dihubungi, Selasa (19/6).

Ubedilah menyampaikan, kedua pasang cagub-cawagub Sumut harus mampu menyampaikan programnya secara jelas dan realistis. Menurut dia, masyarakat Sumut sudah cerdas dan akan memilih pemimpin dengan bijak berdasarkan kemampuan serta rekam jejaknya.

"Debat itu bagian dari mencari simpatik publik, tentu Djarot-Sihar harus mampu memaksimalkan itu. Ketika memberikan program yang terbaik, masyarakat akan mengerti bahwa memang itulah pilihan terbaik untuk Sumut," ujarnya.

Dari hasil survei LSI Denny JA pada April 2018 lalu, pasangan Edy-Musa ungguli Djarot-Sihar. Edy-Musa mendapatkan elektabilitas 43,4 persen. Sementara pasangan nomor urut dua Djarot-Sihar hanya 33,3 persen.

LSI melibatkan 1000 responden dalam survei ini. Metode yang dipakai yakni multistage random sampling dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen.

Sementara survei Indo Barometer pada awal Juni 2018 lalu menyebutkan, pasangan Djarot-Sihar unggul dengan 37,8 persen. Sementara Edy-Musa kalah sangat tipis dengan elektabilitas 36,9 persen.

Indo Barometer mengambil 800 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Metode survei menggunakan multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 3,46 persen.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP