Isu Menlu Arahkan Dukung Jokowi Versi Habib Rizieq & Jawaban Kemenlu

Selasa, 2 April 2019 16:54 Reporter : Sania Mashabi, Nur Habibie
Isu Menlu Arahkan Dukung Jokowi Versi Habib Rizieq & Jawaban Kemenlu Habib Rizieq Shihab. © Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengaku mendapat laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) banyak yang mengarahkan masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk memilih pasangan capres cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Hal itu dia katakan saat menanggapi pernyataan Habib Rizieq Shihab yang mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut mengarahkan masyarakat di Arab Saudi untuk memilih Jokowi-Ma'ruf.

"Ya seperti yang dikatakan Habib Rizieq. KJRI apa begitu. Gue ngerasain. Saya dapat laporan juga bukan hanya Habib Rizieq yang dapat laporan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4).

Muzani kemudian mengungkap negara dan daerah yang juga ikut mengarahkan dukungan pilpres. Salah satu di antaranya adalah Malaysia.

"Di Malaysia sama juga. Kan anaknya Duta Besar (Indonesia untuk Malaysia) calon," ungkapnya.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi ini juga enggan memproses temuan atau laporan yang dia terima lebih lanjut. Sebab, baginya itu adalah wewenang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Ah itu pengawaslah yang ngurusin itu. Kan ada pengawas pemilu di sana. Nambah-nambah kerjaan aja kita, ya enggak," ucapnya.

Kemenlu Membantah Pernyataan Habib Rizieq

Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal membantah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut mengarahkan masyarakat di Arab Saudi untuk memilih Jokowi-Ma'ruf, seperti yang diungkap Habib Rizieq Shihab.

"Jadi kami tegaskan sekali lagi, kami melihat memang ada video yang viral mengenai Ibu (Menlu) meminta KBRI Riyat dan KJRI Jeddah untuk memenangkan salah satu pasangan calon di wilayah Arab Saudi. Kami tegaskan sekali lagi bahwa pernyataan itu tidak benar," katanya di Gedung KPU, Jakarta, Selasa.

Dia menegaskan Menlu Retno melakukan kunjungan ke KBRI Jeddah, bukan ke KBRI Riyadh. Kunjungan itu juga dalam rangka perlindungan WNI, yaitu untuk membuka secara resmi fasilitas pelayanan publik yang disebut pelayanan satu atap.

"Jadi beliau hanya meresmikan fasilitas itu dan apa yang dilakukan oleh beliau di sana selain meresmikan fasilitas, beliau berkunjung ke sekolah Indonesia Jeddah untuk melihat kondisi para pelajar karena ada rencana dalam waktu dekat untuk memindahkan sekolah Indonesia Jeddah ke gedung yang lebih layak kondisinya sekarang tidak terlalu memadai kondisi saat ini," jelasnya.

Menurutnya, dalam setiap pertemuan dengan para staf KBRI, Menlu selalu menyampaikan dua hal. Pertama, memastikan agar Pemilu berjalan lancar, kedua seluruh staf KBRI diminta bersikap profesional, netral dan berintegritas.

"Bahkan seruan untuk bersikap netral itu juga disampaikan secara resmi secara tertulis kepada semua perwakilan sudah dua kali mungkin. Tidak mungkin menteri luar negeri mengarahkan kepada salah satu pasangan calon," katanya.

Pihaknya tak berencana melaporkan Habib Rizieq atas tudingan yang disampaikannya. Menurutnya, klarifikasi yang disampaikannya sudah cukup.

"Saya kira bahwa yang penting teman publik tahu bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar mungkin belum, mungkin beliau tidak berbohong tapi mungkin beliau mendapatkan informasi yang tidak benar gitu sehingga beliau menyampaikan itu," katanya.

KPU Sarankan Kirim Saksi ke TPS Arab Saudi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun ikut angkat bicara. KPU menyarankan kepada tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk mengirimkan saksi ke TPS yang berada di Arab Saudi untuk memastikan tudingan Habib Rizieq Shihab.

"Dengan seperti itu maka isu pemilu yang tidak jujur, tidak transparan itu bisa kita kawal bersama-sama," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di kantor KPU, dilansir Antara.

Menurut dia, akses setiap TPS bisa dijangkau oleh masyarakat. Bahkan, TPS akan berada di tempat terbuka sehingga setiap orang dan saksi bisa mengawasi.

"Jadi jangan pernah berpikir TPS nanti berada di wilayah yang gelap, tidak bisa diakses oleh masyarakat. TPS itu akan dibuat dalam suasana yang terbuka, memungkinkan masyarakat untuk mengakses. Partisipasi kita buka seluas-luasnya dan kita meminta kepada peserta pemilu untuk menghadirkan saksi mandat di setiap TPS," jelasnya.

Wahyu berharap informasi yang disampaikan bisa meredam kecurigaan masyarakat. Dia juga meminta masyarakat untuk bekerja bersama memastikan proses pencoblosan dan penghitungan suara saat 17 April nanti berjalan jujur, adil dan transparan.

"Mungkin informasi ini cukup untuk meredam kecurigaan-kecurigaan yang tidak perlu. Oleh karena itu mari kita pastikan pemungutan dan perhitungan suara di TPS itu berlangsung dengan jujur dan adil, salah satunya dengan melibatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing," ujar Wahyu.

Sementara itu, Ketua Bawaslu, Abhan menambahkan, dalam proses pemungutan dan penghitungan suara ada pengawas pemilu, pemantau pemilu dan saksi-saksi.

"Tentu kalau ada dugaan kecurangan, manipulasi, melanggar ada laporan, maka akan kami tindaklanjuti," tuturnya.

Dalam video berdurasi sekitar 4 menit yang beredar luas di media sosial itu, Rizieq mengecam Menlu RI, yang ia sebut "mengancam kebebasan staf KBRI dan KJRI di Arab Saudi".

Rizieq juga menyeru para pendukung pasangan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk "melawan semua bentuk kecurangan dalam pemilu di Arab Saudi". [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini