Ini prediksi paket pimpinan DPR dari koalisi Jokowi

Rabu, 1 Oktober 2014 08:34 Reporter : Eko Prasetya
Ini prediksi paket pimpinan DPR dari koalisi Jokowi Penutupan masa bakti anggota DPR RI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Koalisi Indonesia Hebat yang digawangi PDIP, Hanura dan PKB akan menghadapi Koalisi Merah Putih dalam perebutan kursi pimpinan DPR. Untuk menambah kekuatan, PDIP akan mencoba mengajak dua partai anggota Koalisi Merah Putih untuk bergabung.

Pasalnya, dalam Peraturan Tata Tertib (Tatib) DPR mengharuskan sistem paket untuk mengusung pimpinan DPR yang berasal dari 5 fraksi berbeda. Koalisi Indonesia Hebat pun gencar melakukan lobi-lobi untuk mengamankan kursi pimpinan DPR.

Koalisi Indonesia Hebat pun membuat paket Pimpinan DPR yang bakal diusung. Mereka terdiri dari sejumlah politikus andal yang telah disiapkan dengan matang.

Berikut prediksi paket Pimpinan DPR dari Koalisi Indonesia Hebat:

1 dari 4 halaman

Puan Maharani

Megawati dan Puan Maharani. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Puan Maharani menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk periode masa bakti 2009-2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen), dan juga sebagai Ketua I Fraksi PDI Perjuangan di DPR menggantikan Tjahjo Kumolo yang sebelumnya sudah menjabat selama sembilan tahun.

Cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno dan anak dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dari pernikahannya dengan Ketua MPR RI ke-12, Taufiq Kiemas ini sudah mengenal dunia politik sejak usia sangat muda. Ia merupakan Sarjana Ilmu Komunikasi lulusan Universitas Indonesia dan ia meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.

2 dari 4 halaman

Enggartiasto Lukita

Enggartiasto Lukita menjabat Ketua DPP Partai NasDem. Namanya tercatat sebagai salah satu politisi kawakan yang telah meramaikan panggung politik Indonesia selama lebih dari dua dekade. Lulus dari IKIP Bandung, Lukita memilih terjun di dunia properti untuk mengawali karir profesionalnya. Jabatan vital yang telah diampu antara lain Komisaris Utama PT Unicora Agung, Direktur Utama PT Kartika Karisma Indah, Direktur Utama PT Kemang Pratama, Direktur Utama PT Bangun Tjipta Pratama dan Direktur PT Supradinakarya Multijaya (1994-2004).

Mengawali kiprah politiknya bersama partai bersimbol pohon beringin (Golkar) sejak 1979, suami Peggy Lukita ini juga dikenal banyak berkecimpung dalam dunia organisasi. Lukita tercacat sebagai Ketua Departemen REI periode 1986-1989 dan jabatan Ketua Umum untuk periode 1992-1995. Pada saat yang bersamaan, sepak terjangnya di dunia politik terus bersinar dengan terpilih sebagai Wakil Bendahara Umum DPP AMPI pada 1990-1995, Wakil Ketua BPD Hipmi Jakarta periode 1988-1993, Anggota Dewan Kehormatan BPP HIPMI pada 1990-1995 dan Wakil Ketua FIABCI untuk masa kepemimpinan 1992-1995.

Kinerja Lukita sebagai politisi mencapai puncak ketika terpilih sebagai anggota Dewan mewakili Golkar dari Propinsi Jawa Barat untuk periode 1997-1999 dan berlanjut untuk periode 2004-2009.

3 dari 4 halaman

Saleh Husin

Saleh Husin saat ini menjabat Wasekjen Partai Hanura. Saleh berkiprah di dunia politik sejak 2001. Berawal dari Partai Amanat Nasional (PAN) dalam karir politiknya hingga berpindah ke Partai Hari Nurani Rakyat.

Saleh merupakan anggota DPR dari Hanura yang kembali terpilih pada pemilu 2014 lalu. 5 Tahun menjadi anggota DPR dia menjabat sebagai sekretaris fraksi dan aktif di Komisi V DPR yang membidangi infrastruktur.

4 dari 4 halaman

Ida Fauzia

Ida Fauzia menjabat sebagai Ketua DPP PKB. Ida saat ini menjadi salah satu politisi perempuan cukup senior dan disegani di parlemen. Selain karena tiga periode berturut-turut selalu masuk ke senayan, pengalaman dan dedikasinya membuatnya semakin diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Terakhir, ia baru saja terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, sebuah badan otonom perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang memiliki akar kuat sampai ke pelosok.

Di DPR RI periode sekarang, dia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Legislasi dan anggota Komisi II, yang membidangi otonomi daerah dan pertanahan. Ketika pertama kali menjadi anggota DPR RI pada tahun 1999 usianya masih terbilang sangat muda, 29 tahun. Dia tampil percaya diri saat didaulat memimpin sidang paripurna DPR RI masa bakti 1999-2004. Pengalaman organisasinya di KORPRI PMII Jawa Timur telah menempanya menjadi perempuan percaya diri. Ada yang khas dalam dirinya. Ida tampil sebagai sosok perempuan Jawa yang ideal karena kesantunan dan kelembutannya.

Namun siapa sangka di balik semua itu dia punya tempat tersendiri di antara kawan-kawannya di PKB. Ida pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI. Dia juga pendiri Kaukus Perempuan Parlemen dan ditunjuk mewakili Fraksi Kebangkitan Bangsa menjadi salah satu ketua Kaukus. [bal]

Baca juga:
Hashim: Fadli Zon pimpinan DPR, Ketua MPR dari Demokrat
Ini kandidat kuat komposisi pimpinan DPR Koalisi Merah Putih
Menebak arah PPP dan Demokrat jelang pemilihan pimpinan DPR
Diusulkan jadi pimpinan MPR, Titiek pasrah ikuti perintah Ical
Lima pimpinan DPR banggakan kinerja DPR periode 2009-2014

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini