Ini kata Hariman Siregar soal 5 calon pemimpin bangsa

Rabu, 15 Januari 2014 13:38 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Ini kata Hariman Siregar soal 5 calon pemimpin bangsa Hariman. ©2014 Merdeka.com/Dok. Hariman

Merdeka.com - Pada saat rekan-rekannya sesama aktivis sudah duduk di berbagai posisi eksekutif maupun legislatif, tokoh Malari Hariman Siregar tidak pernah tergoda berpolitik. Di luar kekuasaan dia terus menyuarakan sikap kritisnya terhadap segala hal yang melenceng dalam kehidupan politik dan hukum kenegaraan. Tahun 2007 lalu misalnya, dia pernah menggelar Pawai Rakyat Cabut Mandat ke SBY - JK.

Kini, dia mengritik soal Pemilu yang menghasilkan banyak anggota legislatif masuk penjara. "Kita udah tahu akan ada pemilu. Padahal kita tahu dari pemilu itu dua pertiga masuk penjara. Kalau cuma sepuluh persen enggak masalah. dengan pemilu itu banyak yang masuk penjara. Pemilu kita mesti ditinjau kembali," ujar Hariman, Kamis (9/1) lalu kepada merdeka.com.

Pergaulan Hariman dikenal sangat luas dengan banyak pihak. Termasuk dengan politisi-politisi yang kini disebut-sebut sebagai calon presiden. Berikut ini komentar Hariman tentang para calon pemimpin yang muncul saat ini:

Anis Matta

Gue lucu juga tuh lihat Anis Matta . Maksudnya apa coba pamer-pamer punya istri banyak gitu. Jangan gitu. Kelihatan nggak punya pendirian. Orang dalam agama saja dianjurin satu. Nah ini dia partai Islam bangga punya istri banyak.

Itu kan tandanya nggak setia. Sama pasangan saja kagak setia apalagi ke rakyat. Kan orang mikir pemimpinnya saja begitu. Berarti kan kagak punya kesetiaan. Jangan-jangan ke partai juga. Padahal dalam berpolitik cukup satu partai kan.

Jokowi

Saat ini yang gue lihat kayak Jokowi bagus. Tapi jangan dibilang statement gue ini berarti dukung dia. Jokowi ketemu gue negur. Tapi gue biasa aja. Soalnya temen gue yang di Yogya bilang kalau dia belum tentu bisa dipercaya juga. Cuma ya gue mah percaya temen tapi percaya Jokowi juga. Ya lima puluh persen ke Jokowi dan lima puluh persen juga ke temen gue.

Wiranto

Wiranto kelihatan banget sudah miskinnya. Padahal dulu dia kan sudah pemimpin dan gue bilangan juga ngapain ikut pemilu lagi. Dulu emang gue dukung dia tapi malas gue sekarang.

Lihat saja iklannya dia di belakang mulu, baru-baru saja di depan. Sekarang Hary Tanoe mulu yang depan. Kasihan gue lihat Wiranto mau saja digituin. Bukan gue nggak setuju sama Hary Tanoe, tapi dia kan belum tahu apa-apa. Pas pecah saja dia dari Surya Paloh jadi dikenal.

Surya Paloh

Itu sama tuh Surya Paloh , gue bilang ke dia, hati-hati menyelamnya jangan terlalu dalam nanti banyak udang yang ikut. Dia cuma nyengir aja gue bilang begitu.

Prabowo

Prabowo ngapain coba. Gue bilang ke mereka ngapain jadi pemimpin lagi kan pada udah ngerasain jadi pemimpin dulu. Prabowo aja kalo ketemu gue. Ah abang dari dulu kalau ketemu saya dihajar mulu. Pokoknya semua pada malu kalo ketemu gue.

Baca juga:

Hariman Siregar di mata 3 Jenderal

Berbagai versi Malapetaka 15 Januari

Hariman Macan Malari: Anak muda sekarang kurang bergerak

Nakalnya Hariman, masukkan potongan alat vital ke tas teman

Malari, perlawanan terhebat pertama terhadap Orde Baru [tts]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini