Ini Empat Alasan Parpol Saling Sikut Incar Kursi Ketua MPR

Selasa, 30 Juli 2019 21:29 Reporter : Yunita Amalia
Ini Empat Alasan Parpol Saling Sikut Incar Kursi Ketua MPR Ilustrasi. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Peneliti dari Pusat Pengkaji Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Bayu Dwi Anggono menyebut ada empat alasan menggiurkannya kursi Ketua MPR. Sehingga bukan hal mengejutkan saling rebut terjadi oleh antar partai politik, baik tergabung dengan koalisi dan ataupun tidak.

Dalam diskusi dengan tema "Negosiasi Ketua MPR yang Merusak Sistem Presidensial" yang digelar di Raden Saleh, Jakarta Pusat, ia menyebut ada empat alasan partai politik saling memperebutkan kursi MPR 1.

Pertama, MPR memiliki kewenangan dan perangkat terpisah dari legislatif, DPR/DPRD/DPD. Termasuk terpisah dari sisi anggaran.

"MPR lembaga terpisah dari DPR/DPD punya perangkat sendiri. Tentu ini menjadi hal yang menarik, jangan lupa aspek simbolik dan historis MPR," ujar Budi, Selasa (30/7).

Kedua, kewenangan luar biasa oleh MPR. Budi mengatakan meski lembaga MPR bukan lagi sebagai lembaga tertinggi, namun kewenangannya terbilang tetap istimewa. Seperti mengubah undang-undang 1945 hingga berwenang menggulingkan posisi presiden.

Ia menyadari bukan hal mudah penggulingan presiden, terdapat instrumen dan proses yang harus dilewati secara berjenjang hingga bermuara di Mahkamah Konstitusi (MK). Kendati demikian, ia mengatakan MPR berwenang memutuskan hal berbeda dari keputusan MK sebagai lembaga konstitusi tertinggi saat ini.

"MPR bisa membuat keputusan berbeda dengan MK misalnya kita mencontohkan impeachment presiden. Meski itu (penggulingan presiden) tidak mudah," tukasnya.

Selanjutnya, alasan partai politik berebut kursi MPR 1 adalah relasi dengan presiden. Budi menuturkan ketimbang menyodorkan beberapa kader partai politik sebagai menteri, notabene pembantu presiden dan wakil presiden, posisi Ketua MPR justru lebih strategis.

Sejajarnya posisi Ketua MPR dengan Presiden bukan tidak mungkin kepentingan politik terakomodir.

Alasan itu kemudian merembet ke pemilihan presiden-wakil presiden lima tahun kedepan, 2024.

"Yakinlah semua pimpinan pimpinan lembaga negara pasti akan berusaha sekuat negara masuk, lobi-lobi ini tentu akan berpengaruh. Sorotan seluruh rakyat ada pada ketua MPR. Citra elektoral bagus untuk 2024," tandasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini