Ingin lolos ke parlemen, PSI sebut bukan mimpi di siang bolong
Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar rapat internal dengan dikemas menjadi 'Kopi Darat Pusat' Partai Solidaritas Indonesia. Bertempat di Kuta, Badung, Bali, Kamis (26/4).
Rapat internal ini, dihadiri oleh perwakilan pengurus PSI di seluruh provinsi di Indonesia. Ketua Umum PSI Grace Natalie, menyampaikan bahwa rapat internal untuk membicarakan tentang strategi pemenangan PSI di Pemilu tahun 2019 mendatang.
"Kami sudah berhasil memenuhi syarat verifikasi dan dinyatakan sebagai salah satu peserta pemilu dengan nomor urut 11, dan ini buat kami adalah pengalaman pertama menjadi peserta pemilu," ucapnya, Kamis (26/4) malam.
Menurut Grace, dengan adanya rapat internal ini akan membahas bagaimana kedepannya PSI mencapai target dan mampu memenangkan pemilu di tahun 2019. Untuk strategi yang ditawarkan oleh PSI, salah satunya cara berpolitik yang baru dengan mekanisme profesional dalam manajemen partai dan perekrutan Calon Legislatif (Caleg) secara transparan.
"PSI menawarkan cara politik yang baru, mulai dari manajemen partai yang profesional mulai dari perekrutan calon legislatif secara profesional dan transparan. Kemudian, kita sudah menyiapkan juga mekanisme pengawasan publik kepada calon legislatif yang terpilih sebagai wakil rakyat," imbuhnya.
"Karena selama ini, wakil rakyat kita tidak punya mekanisme pengawasan, yang nantinya berkomunikasi atau menyampaikan aspirasi dengan anggota dewan. Lewat apa kanalnya? Selama ini kita tidak tahu. Jadi kita menyiapkan itu," sambungnya.
Menurut Grace, target pemilu di tahun 2019 dibutuhkan suara minimal 20 persen dalam perolehan kursi di parlemen. Target itu, menurutnya bukan mimpi di siang bolong dengan adanya tawaran manajemen partai secara profesional, transparan dan tidak tertutup pada publik untuk mengetahui para Caleg yang akan bertarung di tahun 2019.
"Kita ingin mencapai itu, agar pemilu diselanjutnya kita bisa mencalonkan Presiden kita sendiri. Buat kami, ini bukan mimpi di siang bolong karena tidak ada satu partai pun hari ini, yang menawarkan manajemen partai yang profesional," katanya.
Salah satunya, manajemen profesional atau transparan dengan menggandeng panitia seleksi independen yang nantinya akan melakukan uji kompetensi terhadap Caleg tersebut.
Grace menyebutkan, bahwa panitia independen yang bersedia bergabung adalah tokoh level Nasional yang kredibel. Seperti, Mahfud MD, mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Bibit Samad Rianto, mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri, Goenawan Mohamad, Seto Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, Natalia Subagyo dan banyak lainnya.
"Mereka yang akan melakukan seleksi. Kami juga mengundang media agar profesional dan transparan. Jadi publik bisa melihat orang yang mendaftar sebagai calon legislatif, yang nantinya diloloskan atau tidak. Dan kita mulai dengan politik gaya baru," jelasnya.
Tentang elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dinilai oleh beberapa lembaga survei baru menyentuh angka 1,1 persen. Grace Natalie mengatakan "Elektabilitas itu, selalu berkaitan dengan tingkat perkenalan. Selama 3,5 tahun terakhir memang kami ini fokus membangun infrastruktur agar kita lolos verifikasi. Membangun partai politik di Indonesia apalagi menjadi besar itu syaratnya paling sulit di dunia ini. Itu juga diakui oleh Perkumpulan Pemilu dan Demokrasi (Perludem)," ucapnya.
Menurut Grace, PSI sebagai partai pendatang baru yang tidak pernah mempunyai pengalaman menghadapi pemilu memang belum melakukan sosialisasi yang masif.
"Kami kemarin fokuskan seluruh energi untuk dicurahkan lolos verifikasi. Kita lihat partai yang lama-lama saja tidak semudah itu lolos verifikasi. Oleh karena itu, memang sosialisasi belum banyak. Makanya tidak heran, kalau elektabilitas masih rendah karena tingkat ketidakkenalan publik masih sedikit," paparnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya