Hashim Heran Yusril 4 Tahun Mengkritik Mendadak Membelot Dukung Jokowi

Senin, 28 Januari 2019 02:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Hashim Heran Yusril 4 Tahun Mengkritik Mendadak Membelot Dukung Jokowi Hashim Djojohadikusumo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Bulan Bintang (PBB) melabuhkan dukungan politik kepada capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo malah meyakini simpatisan PBB tak mengikuti sikap partainya.

"Saya kira masing-masing partai punya pilihan sendiri tapi saya yakin pendukung PBB tidak akan ikut," kata Hashim di gedung Bhayangkari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (27/1).

Hashim justru heran partai yang dikomandoi Yusril Ihza Mahendra itu tiba-tiba beda haluan. Padahal, Yusril kerap mengkritik Jokowi.

"Dari dulu Pak Yusril sampai 2 bulan lalu kan mengkritik Pak Jokowi selama 4 tahun mengkritik terus kok tiba-tiba membelot tiba-tiba ikut haluan lain. Kalian bisa menilai bagaimana," ucapnya.

Hashim punya dugaan sendiri penyebab PBB putar arah mendukung Jokowi. Adik kandung Prabowo Subianto itu enggan membeberkan dugaannya.

"Saya punya ada dugaan saya bisa menduga kenapa. Rahasia. Bukan rahasia negara tapi rahasia-rahasia lah," tandas Hashim.

Sebelumnya, Partai Bulan Bintang (PBB) telah menentukan arah dukungan Pilpres 2019. Partai yang dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra ini akhirnya memutuskan untuk mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

"Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma'ruf Amin, bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/1).

Sikap politik PBB berbeda dengan sejumlah calegnya termasuk ketua Majelis Syuro PBB MS Kaban. Sebelumnya sebanyak 80 calon anggota legislatif Partai Bulan Bintang (PBB) yang tergabung dalam Gerakan Nasional Caleg PBB Poros Makkah mendeklarasikan diri mendukung capres-cawapres hasil ijtima ulama, yakni Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Kita berkumpul kembali di sini untuk membulatkan tekad dan niat caleg PBB untuk mendukung hasil ijtima ulama," kata Ketua Majelis Syuro PBB MS Ka'ban dalam sambutannya saat deklarasi akbar mendukung ijtima ulama, di Aula Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1) petang.

Dia mengatakan, para caleg PBB harus memahami bahwa perjuangan ini tidaklah mudah, oleh karenanya perlu bersatu padu untuk mendukung ijtima ulama, yakni mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

"Kekuatan caleg PBB dalam rangka mendukung ijtima ulama jangan pecah belah. Kalau kita terpecah, kekuatan kita melemah. Maka, wajar dan wajib hukumnya harus bersama dengan kekuatan Islam. Ini yang harus kita tekadkan," kata mantan Menteri Kehutanan ini.

Ka'ban mengaku telah mengonsolidasikan dukungan ini kepada semua anggota Majelis Syuro PBB dan semua secara bulat sepakat untuk mendukung penuh ijtima ulama. "Kami secara tertulis telah menegaskan kepada DPP PBB untuk mengikuti dan melaksanakan keputusan ijtima ulama. Saya harap, keputusan Rakornas PBB yang berlangsung pada 27 Januari 2019 sesuai dengan keputusan majelis syuro," katanya.

Dia meyakini 80 persen pengurus, baik di DPP, DPW dan DPC PBB sepakat untuk mengikuti ijtima ulama.

Ka'ban menambahkan, dewan dakwah yang merupakan tempat bernaung PBB mendukung hasil ijtima ulama. "Oleh karenanya, PBB wajib hukumnya bersama kekuatan Islam untuk mendukung ijtima ulama," tegasnya.

Dia menegaskan, tidak ada perpecahan di tubuh Partai Bulan Bintang, meski secara pribadi Yusril menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, sementara majelis syuro merekomendasikan mendukung Prabowo-Sandi. "Perbedaan pandangan di PBB merupakan hal biasa. Kita hidup dari segala perbedaan yang ada selama ini," katanya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini