Hanya gara-gara helm, bentrokan kembali terjadi di Boyolali
Merdeka.com - Bentrokan yang melibatkan massa dalam jumlah cukup banyak terjadi di Kecamatan Juwangi, Boyolali Jawa Tengah, Minggu (18/5) malam. Perkelahian yang juga melibatkan ratusan warga sekitar Boyolali tersebut merupakan kelanjutan keributan sebelumnya, yang menewaskan Agus Sriyanto (23), warga Desa Kalimati.
Keluarga almarhum yang tak terima kejadian tersebut, melakukan aksi balas dendam dengan membawa massa ke Desa Ngaren, lokasi meninggalnya Agus.
Meskipun suasana sempat mencekam dalam beberapa hari ini, namun kedua kubu yang sudah berhadap-hadapan berhasil dihalau oleh aparat kepolisian. Berkat upaya yang dilakukan oleh polisi, muspika dan aparat kedua desa, perkelahian yang lebih luas tak terjadi. Kedua kubu sepakat untuk damai dan mengakhiri perselisihan.
Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto saat dihubungi merdeka.com menegaskan, kondisi saat ini sudah kondusif. Kedua kubu sudah sepakat untuk berdamai.
"Kondisi di Juwangi sudah aman dan kondusif. Tidka ada masalah lagi," ujar Budi, Minggu (18/5).
Meskipun sudah sepakat damai, namun pihak kepolisian Sektor Juwangi dan Polres Boyolali tetap melakukan penjagaan. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi, jika masih terdapat pihak-pihak yang tak sepakat dengan perdamaian.
"Kalau polisi harus tetap siaga, apalagi pasca kejadian tadi malam," imbuh Kapolres.
Sebelumnya kasus tawuran antar warga terjadi di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (13/5) lalu. Dua kelompok massa dari Dukuh Kali Telawah Desa Ngaren, terlibat bentrok dengan kelompok massa dari sejumlah desa di Kecamatan Juwangi.
Akibat bentrokan tersebut, dua orang warga mengalami luka parah. Bahkan salah satu korban bernama Agus Sriyanto yang sempat dirawat di rumah sakit meninggal, Kamis (15/5).
Tawuran yang berakhir dengan kematian tersebut hanya dipicu oleh peminjaman helm. Salah satu dari kelompok warga meminjam helm milik Tulus, warga Kali Telawah, Senin (12/5) lalu. Sehari kemudian si peminjam berniat mengembalikannya ke yang punya.
Merasa helm yang dikembalikan tidak sesuai dengan yang dipinjam, Tulus tak terima. Akibatnya si peminjam dan tulus pun terlibat adu mulut. Tak lama kemudian, si peminjam meninggalkan rumah Tulus dengan nada emosi.
Keesokan harinya sekitar pukul 15.30 WIB, si peminjam helm bersama tujuh temannya kembali ke rumah Tulus untuk membuat perhitungan. Saat sampai di rumah Tulus, yang dijumpai ternyata orangtua Tulus, yakni Udin dan istrinya. Tanpa basa basi mereka langsung menghajar kedua orangtua Tulus hingga babak belur.
Usai menghajar kedua orangtua Tulus segerombolan orang tersebut segera melarikan diri. Namun nahas, sekelompok warga yang mengetahui kejadian tersebut berhasil mengejarnya. Para pelaku langsung dipukuli secara beramai-ramai.
Satu pelaku yang sempat dirawat dua hari di rumah sakit, tewas pada Kamis (15/5) pagi. Sedangkan satu pelaku lainnya dalam kondisi kritis.
Salah seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengaku, mengetahui kejadian tersebut.
"Saya tidak tahu pasti, warga mana yang melakukan pengeroyokan. Yang jelas mereka gabungan dari beberapa desa yang ada di Juwangi. Dua orang itu dipukuli menggunakan palu dan besi," ucapnya kepada wartawan.
Pasca tewasnya salah seorang warga itu, santer terdengar kabar korban akan melakukan balas dendam ke keluarga Tulus. Bahkan mereka sudah mengerahkan massa sekitar tiga truk.
"Kami harus bersiaga siang malam, takut kalau ada aksi balas dendam," katanya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya