Haji Lulung masih malu-malu bicara peluang jadi Ketum PPP
Merdeka.com - Sudah sejak lama Abraham Lunggana alias Haji Lulung berambisi menjadi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pernyataan itu pernah disampaikan saat dia dipecat oleh Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz. Kini peluang Lulung menjadi Ketua Umum PPP terbuka lebar. Musyawarah Nasional PPP membuka peluang mencari ketua umum baru sebagai solusi kisruh dalam tubuh partai.
Nama Lulung juga disebut anggota Majelis Tinggi berpotensi menjadi kandidat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan jika nantinya ada penujukan ketua baru di Musyawarah Nasional (Munas) bersama para Alim Ulama 23-24 Mei mendatang. Namun Lulung masih malu-malu dan tak ingin berkomentar banyak.
"Nanti, soal nanti itu, jangan dibakar sekarang. Tetap harus lewat konstitusi jangan begini 'Eh gue mau jadi Ketum, lah lu siapa? yang milih siapa? PPP punya umat,' karena saya sudah dipecat, saya pengurus mewakili umat," kata Lulung, di Hotel Grand Sahid, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (11/5).
Wakil Ketua DPRD DKI ini mengaku tidak ingin terburu-buru. Dia masih ingin melihat arah Munas PPP nanti. "Kita lihat arah dari pada Munas Ulama, lihat saja, kami patuh dan turut kalau terjadi rekonsiliasi dan mereka (Djan dan Romi) bisa memberikan pertanggungjawaban terkait keputusannya tentang mendukung pilgub DKI ya sudah silakan saja," ungkapnya.
Sebelumnya, anggota Majelis Tinggi PPP Anwar Sanusi menyebut Haji Lulung memenuhi syarat untuk menjadi Ketua Umum PPP jika nantinya perlu ada pergantian struktur kepemimpinan di PPP. "Yang jelas, Kader PPP tidak kekurangan. Kan calon-calon imam yang memenuhi persyaratan kan banyak, H lulung pun bersyarat. Karena untuk jadi ketua umum minimal satu periode dari kepengurusan," ucapnya.
Sekadar diketahui, saat dipecat Djan Faridz, Haji Lulung berambisi menjadi pimpinan tertinggi partai berlambang kabah itu. "Saya mau jadi ketua umum kok. Ketua umum PPP," kata Lulung, di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (13/3).
Lulung mengaku ingin menyelamatkan PPP yang dinilainya sudah melenceng dari azas partai. "Minta maaf ya, sebagai umat islam kita tinggal satu loh wadah berhimpun umat Islam yang konsisten tinggal PPP loh. Kalau PPP enggak ada, selesai ini republik," tegas Lulung.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya