Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gus Ipul sebut panasnya Pilgub Jatim akan mirip dengan Jakarta

Gus Ipul sebut panasnya Pilgub Jatim akan mirip dengan Jakarta Gus Ipul usai nonton Kartini. ©2017 merdeka.com/moch. andriansyah

Merdeka.com - Wakil Gubernur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan maju di Pilgub Jawa Timur 2018. Gus Ipul akan maju Pilgub Jatim via partai.

Dia mengaku sudah komunikasi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Meski jagoan PDIP tumbang di Pilkada DKI dan Banten.

"Biasalah dalam Pilkada ada yang kalah ada yang menang," kata Gus Ipul dalam wawancaranya usai nonton bareng Film Kartini, Jumat kemarin (21/4).

Menurut dia, panasnya Pilgub Jatim tak akan jauh beda dengan Pilgub DKI. Pilgub Jatim, lanjut dia, akan diwarnai politik identitas.

"Boleh setuju atau tidak, politik identitas itu ternyata masih ada di tengah-tengah masyarakat. Bisa jadi apa yang terjadi di Jakarta juga terjadi di sini (Pilgub Jatim), tapi tidak sama persis," jelas dia.

Berikut petikan wawancara dengan Gus Ipul terkait Pilkada Jawa Timur:

Pilkada Jakarta sudah selesai, sekarang ngomong Jawa Timur, yang juga menjadi barometer politik nasional. Apakah di Pilgub Jawa Timur nanti juga akan diwarnai pertarungan 'panas' seperti Jakarta?

Semua baik-baik. Mungkin selama ini diprediksi akan ada hal-hal di luar harapan kita, tapi Alhamdulillah (Pilkada Jakarta) bisa lancar. Saya meyakini bahwa beda Jakarta beda Jawa Timur. Saya yakin Jawa Timur kondusif. Kalaupun ada pertarungan, tapi pertarungannya yang gaya dan modelnya Jawa Timuran.

Mudah-mudahan tidak ada isu-isu (seperti Pilkada DKI Jakarta), karena beda keadaannya (di Jatim), beda jumlah penduduknya, jumlah kabupaten/kotanya, dan juga medannya. Itu berbeda.

Gus Ipul dikabarkan juga akan mendekati PDIP sebagai partai pengusung. Sementara PDIP sudah kalah di DKI Jakarta dan Banten?

Enggak bisa diukur dari itu. Semua partai bekerja keras untuk memenangkan pertarungan, tetapi semua partai punya pengalaman menang dan kalah. Jadi biasa, (kekalahan) bukan sesuatu yang istimewa.

Jadi Gus Ipul tetap akan dekati PDIP?

Dengan semua partai (akan melakukan pendekatan). Dengan PKB, dengan PDIP, Demokrat, Gerindra, PPP, dengan NasDem. Semua, saya tetap berkomunikasi untuk menyamakan frekuensi. Bahwa nanti siapa yang akan mencalonkan, saya serahkan kepada pimpinan partai masing-masing.

Sudah ada yang melamar?

Belum (ada yang melamar). Belum ada yang spesifik. Tetapi saya yang ambil inisiatif, siapa tahu ada gagasan yang sama untuk memajukan Jawa Timur.

Soal wakil?

Waduh, masih belum ada pikiran. Saya sendiri belum punya partai, kok.

Sudah ada yang mendekati (untuk menjadi bakal calon wagub)?

Enggak ada. Semua teman. Nanti kita lihat, karena saya sendiri belum sampai ke arah sana.

Kemarin di Jakarta, ternyata kekuatan Ormas sangat luar biasa. Bahkan mengalahkan partai. Bagaimana di Pilgub Jawa Timur? Apakah juga akan didominasi kekuatan Ormas untuk memenangkan calon?

Boleh setuju atau tidak. Politik identitas itu ternyata masih ada di tengah-tengah masyarakat. Bisa jadi apa yang terjadi di Jakarta juga terjadi di sini (Pulgub Jatim). Tapi tidak sama persis.

Di Jawa Timur kan kita bisa runtut dari belakang sampai sekarang, perolehan suara, dan perkembangan dinamika sosial politik dari sejak kemerdekaan sampai sekarang. Jadi bisa kita telusuri.

Pasca kalah di DKI Jakarta, ada isu kalau Djarot Saiful Hidayat akan maju Pilgub Jatim?

Itu hanya wacana. Saya belum tahu apa itu betul atau enggak, atau jangan-jangan itu hanya tebak-tebakan, atau ada orang berandai-andai. Saya belum tahu persis. Tapi kita ingin ucapkan selamat kepada warga Jakarta, apa yang terjadi di sana menjadi pembelajaran, mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari sana.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP