Gerindra Usul Stafsus Milenial Jokowi Dibubarkan, Gajinya untuk Tangani Covid-19

Rabu, 22 April 2020 13:59 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Gerindra Usul Stafsus Milenial Jokowi Dibubarkan, Gajinya untuk Tangani Covid-19 andre rosiade. ©2020 Merdeka.com/antara

Merdeka.com - Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade menyarankan staf khusus milenial Presiden Joko Widodo dibubarkan. Kemudian anggarannya dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Hal itu menyusul dugaan konflik kepentingan dalam kasus surat berkop Sekretariat Kabinet yang melibatkan Stafsus Jokowi, Andi Taufan Garuda. Kemudian, penunjukan Ruang Guru sebagai mitra program Kartu Prakerja yang membuat Stafsus Jokowi, Belva Devara, mengundurkan diri dari jabatannya.

"Alangkah tepatnya saran kepada Presiden stafsus milenial ini dibubarkan saja lalu gaji gaji mereka, anggaran yang dipersiapkan untuk staf khusus milenial ini digeser dan dipakai untuk penanganan Covid-19," kata Andre, Rabu (22/4).

Menurutnya, hal tersebut jauh lebih bermanfaat ketimbang adanya stafsus milenial yang tidak jelas kinerjanya. Dan justru menimbulkan masalah serta menambah beban anggaran negara.

"Itu jauh lebih efektif dan bermanfaat dari pada menimbulkan kekisruhan terus. Kita tidak melihat manfaat mereka jadi stafsus milenial Pak Jokowi, malah menjadi beban," ujarnya.

Ketua DPD Gerindra Sumbar itu menuturkan, banyak masalah yang ditanggung kepala negara. Dia melihat adanya stafsus hanya sekadar gaya-gayaan saja.

"Kan kasian Pak Jokowi seharusnya bekerja untuk rakyat tapi malah dibebani oleh staf khusus milenial yang mungkin terkesan hanya gaya-gayaan saja," tuturnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini