Gerindra: Infrastruktur Jokowi Lebih Pentingkan Legacy Ketimbang Solusi

Senin, 30 Desember 2019 19:59 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Gerindra: Infrastruktur Jokowi Lebih Pentingkan Legacy Ketimbang Solusi Jokowi resmikan Tol Paspro. ©Liputan6.com/Ilyas Praditya

Merdeka.com - Anggota Komisi V DPR dari Gerindra Mulyadi melihat ada yang salah dengan pola pembangunan yang gencar dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia melihat, sejumlah proyek infrastruktur kebanggaan Jokowi justru tidak mendesak diperlukan oleh rakyat, khususnya di daerah.

Mulyadi melihat hal itu setelah melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah melihat proyek infrastruktur pemerintah.

"Secara umum, proyek lebih banyak legacy dibandingkan solusi, anggaran yang besar namun terbatas. Tidak memberikan dampak signifikan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat," kata Mulyadi saat dihubungi merdeka.com, Senin (30/12).

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra ini menilai, seharusnya anggaran dialokasikan pada proyek yang sedang mendesak dibutuhkan langsung oleh masyarakat. Proyek dibangun bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Jangan sampai pembangunan kehilangan ruh, yaitu pembangunan yang tidak dirasakan oleh masyarakat, berbiaya mahal dan hanya untuk kelompok tertentu serta hanya menjadi kebanggaan penguasa," tegas anggota Fraksi Gerindra DPR itu.

1 dari 1 halaman

Mantan rekan bisnis Prabowo tersebut bicara bukan tanpa data dan fakta. Dia membeberkan sejumlah proyek infrastruktur kebanggaan pemerintah Jokowi, tapi tak dibutuhkan oleh rakyat.

"Pembangunan bendungan Kuwil di Manado yang mahal, untuk pengendalian banjir akibat luapan banjir Danau Tondano. Sementara mengatasi banjir Bandung, pemerintah gagap," tegas anggota DPR daerah pemilihan Kabupaten Bogor itu.

Ditambah lagi, pembangunan tol Trans Sumatera yang dia nilai sangat gencar dilakukan. Dia berpendapat, lebih genting dibangun jalur Puncak 2, karena sudah tidak layaknya jalur Puncak Ciawi hingga membuat warga sekitar menderita.

"Sementara pembangunan puncak dua yang sangat mendesak negara tidak hadir secara aktif," tutur Mulyadi. [rnd]

Baca juga:
Lewat Inpres, Jokowi Dinilai Jadikan Sawit Indonesia 'Merah Putih'
Perpres BUMN Diteken, Berikut Tugas dan Susunan Anak Buah Erick Thohir
Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Pasar Johar Semarang
Jokowi Minta Kawasan Kota Lama Semarang Diisi Kegiatan Seni Budaya

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini