Ganjar-Yasin unggul di survei internal, PDIP ingatkan waspada gebrakan Sudirman-Ida
Merdeka.com - Pasangan Ganjar Pranowo-Taj Tasin unggul dari Sudirman Said-Ida Fauziyah dalam survei internal yang dilakukan DPD PDIP Jawa Tengah. Keunggulan tersebut diraih Ganjar-Yasin dalam survei yang digelar 12-15 Maret 2018.
Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, Bambang Pacul Wuryanto, mengatakan popularitas Ganjar-Yasin mencapai 88 persen dengan elektabilitas 62,3 persen. Sementara Sudirman-Ida, popularitasnya 32,4 persen dan elektabilitas 10,1 persen.
"Kita unggul di semua titik, tingkat resistensi Ganjar juga hanya 2,5 persen," jelasnya, Minggu (25/3).
Meski unggul telak dari Sudirman-Ida, Bambang yang menjadi ketua Tim Pemenangan Ganjar-Yasin meminta seluruh pendukung dan partai koalisi untuk tetap waspada, tidak congkak, dan terus bergerak.
"Berdasar ilmu pilkada yang saya kuasai, dengan jarak begitu jika gerakan tim sebelah masih konvensional, saya yakin tidak akan bisa mengejar Ganjar-Yasin. Saya menunggu gerakan spektakuler yang hingga saat ini belum kelihatan," ujarnya.
Bambang mengungkapkan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Sudirman memiliki jaringan yang kuat. "Network Sudirman itu kan kuat, mulai dari sekolah STAN, jadi swasta, Pindad, BRR, hingga jadi menteri. Belum lagi dia teman Anies-Sandi, yang belajar ilmu pilkada DKI. Harus waspada," ucapnya.
Dia menyakini pendanaan Sudirman-Ida untuk menghadapi Pilgub Jateng juga sangat kuat karena memiliki jaringan yang luas. Diakuinya, popularitas Sudirman meningkat hingga 20 persen mulai Oktober 2017 sampai Maret 2018.
"Loginya kan kenal, senang, pilih. Lha ini belum pada kenal, kan tidak senang, tidak mungkin dipilih. Apa bisa menggerakkan orang untuk memilih orang yang tidak dikenal. Ini yang kita antisipasi, tidak boleh gegabah," tegas Bambang.
Menurutnya, saat ini belum memasuki masa tempur. "Tempur itu kan strategi lawan strategi. Maaf ya, kalau lawan strategi ecek-ecek ya sudah menang kita. Tapi ini kan belum muncul," ungkap Bambang.
Pertempuran Pilgub 2018 dinilainya beda dengan Pilgub 2013 karena saat ini posisi Ganjar adalah petahana bukan penantang. Sehingga sebagai petahana, cenderung menunggu gerakan lawan.
Terpisah, Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chludori selaku pengusung Sudirman-Ida, menegaskan tidak risau dengan survei yang ada. "Kita terus bergerak juga, mendatangi pesantren dan masyarakat. April kita juga merilis survei, nanti kita umumkan. Hasilnya pasti sudah jauh berbeda," terangnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya