Fahri duga rencana produksi esemka untuk naikkan elektabilitas Jokowi di Pilpres

Kamis, 18 Oktober 2018 18:20 Reporter : Sania Mashabi
Fahri duga rencana produksi esemka untuk naikkan elektabilitas Jokowi di Pilpres mobil esemka. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Rencana produksi mobil esemka menuai kritik. Kritikan beragam, mulai dari keaslian mobil sampai upaya untuk menaikkan elektabilitas Joko Widodo di Pilpres 2019. Wajar saja, merek mobil buatan Indonesia itu turut melambungkan nama Joko Widodo saat menjabat sebagai Walikota Surakarta.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut-ikutan mengkritik Presiden Jokowi yang sempat menjanjikan mobil Esemka untuk dijadikan mobil dinas. Fahri menduga mobil Esemka yang sempat dibanggakan Jokowi hanya branding saja dan menjadi permainan Pilpres 2019.

"Saya terus terang ini soal Esemka akan menjadi permainan jelang pilpres kayaknya jelaskan lah, itu sebenarnya ada enggak sih mobilnya situ? soalnya industri otomotif itu kompleks ya, kita harus menguasai mother mesin, CNC, yang presisi betul, karena mesin enggak boleh dia enggak presisi," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10).

Fahri menduga Indonesia hanya membuat nama Esemka saja, bukan memproduksi secara keseluruhan mobil tersebut.

"Kemudian di luar dikasih stempel, jadi jangan-jangan industri yang kita punya adalah industri untuk mencetak stiker dan brandnya itu doang, kan kalau itu bohong jadinya," ungkapnya.

Saat Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo, kata Fahri, mobil Esemka sempat diwacanakan menjadi mobil dinas pejabat. Namun, ketika menjadi Presiden, Jokowi tidak memberi ketegasan terkait nasib mobil tersebut.

"Masa pada saat Wali Kota bisa bikin mobil, masa sudah jadi Presiden yang mengontrol seratus lima puluh BUMN dan industri strategis, mobil kita nggam bisa buat, kita ada PT. Dirgantara segala macam yang bisa bikin idustri miklter tapi kok Esemka nggak bisa kita buat," ucapnya.

"Tapi namanya itu Esemka nanti itu akan di investigasi orang nanti, bener enggak barang itu pernah ada, saya curiga itu barang engga ada sebenarnya, sama dengan, betul enggak Presiden itu nonton games of thrones itu?," tandasnya.

Menanggapi kritikan itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding kemunculan mobil Esemka jelang Pilpres 2019 hanya kebetulan saja.

"Soal kritik munculnya ketika mau Pilpres itu, kayaknya kebetulan saja. Tapi faktanya yang penting sekarang sudah ada," kata Karding.

Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengatakan seharusnya semua pihak dapat memberikan dukungan untuk mobil Esemka. Sehingga menjadi hasil produksi dari anak-anak bangsa.

Tak hanya itu, Karding menyebut produksi mobil Esemka sekaligus guna mengakomodir keahlian yang ada di setiap sekolah.

"Jadi ini harus didorong bersama agar nanti bisa kompetitif di pasar," ucapnya.

Sebelumnya, Esemka merupakan merek mobil buatan Indonesia yang melambungkan nama Jokowi saat menjabat sebagai Walikota Surakarta. Kini Esemka sudah melalui uji tipe kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Kementerian Perhubungan. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini