Fadli Zon: Kesalahan Input Indikasi Kecurangan

Jumat, 3 Mei 2019 16:55 Reporter : Yunita Amalia
Fadli Zon: Kesalahan Input Indikasi Kecurangan Fadli Zon. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai kesalahan input data formulir C1 ke sistem informasi penghitungan suara (Situng) sebagai indikasi kecurangan. Alasannya, kesalahan terjadi berulang dengan angka yang besar.

"Menurut saya sebetulnya salah input itu adalah salah satu bentuk kecurangan bukan kelalaian, tapi kecurangan, karena salah inputnya ini cukup masif," ujar Fadli saat menyambangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jalan Imam Bondjol, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).

Masifnya kesalahan input sejatinya menurut Fadli harus ada tindak lanjut oleh KPU dengan memverifikasi pihak yang menginput, lokasi input data, sampai pemberian sanksi jika terbukti bersalah.

Atas penilaiannya itu, Fadli berpendapat Situng sebaiknya tidak dilanjutkan atau diberhentikan sementara sampai proses rekapitulasi dianggap tidak terdapat kecurangan.

Lagipula, kata Fadli, fungsi situng dalam rekapitulasi juga tidak besar karena penetapan KPU atas pemenang pemilih berdasarkan penghitungan manual.

"Toh pada akhirnya yang akan menjadi itungan itu adalah hitungan manual berjenjang," tukasnya.

Sementara itu kedatangan Fadli ke kantor KPU juga diikuti oleh Ahmad Riza Patria sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR. Sama halnya dengan Fadli, Riza mengatakan kedatangannya ke KPU untuk meninjau secara langsung bagaimana proses rekapitulasi.

Riza mengatakan pada perhelatan pemilu 2019 secara serentak kecurangan terjadi secara sistematis dan masif. Sehingga ia ingin mempertanyakan sikap KPU atas segala dugaan kecurangan tersebut.

" Di sini juga ingin berkonsultasi dengan KPU terkait langkah-langkah apa saja yang sudah diambil oleh KPU menyikapi berbagai pengaduan-pengaduan dari masyarakat terkait adanya kecurangan yang dilakukan di tingkat TPS, PPK, dan sebagainya dan juga kita ingin mendengar berbagai kecurangan yang juga dilakukan sebetulnya yang lebih masif terstruktur dan sistematis sebagai bentuk kecurangan," tandasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini