Dukungan PBB Dinilai Perkuat Basis di 4 Daerah Kekalahan Jokowi

Rabu, 30 Januari 2019 23:48 Reporter : Ahda Bayhaqi
Dukungan PBB Dinilai Perkuat Basis di 4 Daerah Kekalahan Jokowi 4 Parpol daftarkan bakal caleg ke KPU. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Partai Bulan Bintang (PBB) resmi menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Jokowi dinilai diuntungkan karena partai pimpinan Yusril Ihza Mahendra itu akan memperkuat basis suara.

Kepala Departemen Politik dan Pemerintahan The Habibie Center Bawono Kumoro menilai PBB bisa memperkuat empat provinsi di mana Jokowi mengalami kekalahan dari Prabowo Subianto pada Pilpres 2014. Empat daerah itu adalah Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

"Dukungan PBB terhadap pasangan 01 jelas akan memperkuat basis suara di empat provinsi di mana Jokowi pernah mengalami kekalahan lima tahun lalu antara lain Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat," kata Bawono ketika dihubungi, Rabu (30/1).

Kendati PBB bergejolak karena beberapa caleg menolak dukung Jokowi. Bawono menilai keputusan Yusril melabuhkan dukungan partai ke Jokowi-Ma'ruf sudah sesuai mekanisme karena diputuskan dalam rapat pleno.

Dia menduga salah satu perhitungan politik Yusril mendukung Jokowi adalah agar bisa lolos pemilu. Bawono menilai Yusril mengevaluasi kepemimpinan PBB di bawah komando MS Kaban dalam dua periode.

"Prof Yusril melihat dukungan PBB terhadap Prabowo di pemilu lalu tidak membawa insentif elektoral bagi PBB. Prabowo dan Partai Gerindra dinilai tidak memberikan kontribusi apa-apa dalam menolong PBB untuk lolos ambang batas parlemen di pemilu 2014," jelasnya.

Sementara, seruan pimpinan FPI Rizieq Shihab agar bawahannya yang menjadi caleg PBB untuk mundur tak signifikan. Menurut Bawono, hal tersebut tak bakal menggerus suara PBB. Karena ketokohan utama Yusril Ihza Mahendra sebagai pendiri dan ketum partai.

"Tetapi belum tentu efektif menggerus suara PBB di pemilu mendatang karena ikon utama partai ini tidak lain adalah Yusril Ihza Mahendra pendiri sekaligus ketua umum partai," jelasnya.

Diketahui, PBB telah melabuhkan dukungannya pada Jokowi-Ma'ruf. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno 19 Januari lalu dan dikukuhkan lagi dalam Rakornas PBB di Hotel Mercure, Ancol Jakarta Utara, Minggu (27/1).

"Keputusan memberikan dukungan politik kepada Jokowi-Ma'ruf Amin, bukanlah keputusan pribadi Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, tetapi keputusan mayoritas Rapat Pleno DPP PBB tanggal 19 Januari 2019," kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, Minggu (27/1).

Meskipun telah memutuskan memberikan dukungan resmi kepada Jokowi-Ma'ruf, PBB kata Pakar Hukum Tata Negara ini, tetap menghargai dan menghormati apabila ada fungsionaris dan anggota partai yang berbeda pilihan dan dukungan dengan keputusan DPP PBB. Dia menegaskan aksi dukungan itu tidak boleh melibatkan partai.

"DPP PBB juga mengajak segenap fungsionaris, anggota dan simpatisannya untuk saling hormat-menghormati kalau ada perbedaan pendapat di dalam partai," ucapnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini