Dugaan politik uang, Anies sayangkan Bawaslu tidak konfirmasi
Merdeka.com - Akhir pekan lalu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta melansir daftar pelanggaran yang dilakukan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta. Ketiga pasangan diduga melakukan pelanggaran. Salah satunya pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diduga melakukan politik uang.
Anies Baswedan mengaku sudah mengetahui kabar itu. Dia mempertanyakan dasar Bawaslu melansir itu.
"Saya sudah dengar dari dua hari yang lalu. Dua hari lalu tim hukum kami sudah mendapatkan informasinya. Kami itu bukan protes, kami nanya, mana nih politik uang?," ujar Anies saat ditemui di Kampung Duri, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (14/11).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan, seharusnya Bawaslu DKI Jakarta tidak tergesa-gesa melansir itu. Perlu dikonfirmasi terlebih dahulu temuan di lapangan sebelum mengumumkan kepada masyarakat.
"Saya tuh malah ngerasa, lain kali dikonfirmasi dulu baru diumumin. Karena kalau sudah diumumin begitu kan orang tahunya sudah terjadi. Mengkoreksi itu lebih sulit. Lain kali dikonfirmasi dulu baru diumumkan," terang Anies.
Anies mendengar kabar bahwa dugaan pelanggaran itu tidak benar dan tidak sesuai temuan di lapangan.
"Karena itu saat kemarin ditanya, saya bilang biarlah bawaslu yang ngomong. Karena kan lebih pas mereka yang ngomong, orang mereka yang menemukan dan ternyata enggak benar," tutur Anies.
Anies mengaku tak memiliki uang untuk membayar warga demi mendapatkan dukungan.
"Enggak ada duit, Mas, mau bayar pakai apa," singkat Anies.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya