Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Serang telah menyatakan dukungan penuh terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek PSEL Kota Serang ini memiliki nilai investasi yang fantastis, mencapai Rp5,7 triliun.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, pada Senin (09/12) di Serang. Keputusan ini didasari oleh kesiapan infrastruktur yang dimiliki Kota Serang, yang dinilai paling memadai di antara daerah lain di Banten.
Muji Rohman menegaskan bahwa proyek PSEL ini merupakan bagian penting dari agenda nasional. Keberadaan proyek ini diharapkan mampu membawa dampak signifikan bagi perkembangan ekonomi dan lingkungan di Kota Serang.
Advertisement
Advertisement
Dukungan DPRD dan Kesiapan Infrastruktur PSEL Kota Serang
Persetujuan dari dewan terhadap proyek PSEL Kota Serang ini didasarkan pada beberapa pertimbangan utama. Salah satunya adalah status proyek sebagai Proyek Strategis Nasional, yang menunjukkan prioritas pemerintah pusat. Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, secara langsung mengonfirmasi dukungan tersebut.
Muji Rohman menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur Kota Serang menjadi faktor penentu utama. "Kami setuju karena ini merupakan program PSN," ujarnya, menambahkan bahwa dari tiga daerah di Banten yang menginginkan proyek serupa, hanya Kota Serang yang memiliki infrastruktur paling siap. Kondisi ini membedakan Kota Serang dari Cilegon dan Kabupaten Serang dalam konteks kesiapan PSEL.
Kesiapan infrastruktur ini mencakup berbagai aspek, termasuk ketersediaan lahan yang memadai. Pemerintah Kota Serang telah mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan, dengan pendampingan dari Kejaksaan. Total lahan yang tersedia untuk proyek PSEL ini mencapai sekitar 23 hektare, yang dinilai sudah memenuhi syarat.
Advertisement
Advertisement
Kebutuhan Pasokan Sampah dan Potensi Kerja Sama PSEL
Proyek PSEL Kota Serang ini dirancang untuk mengolah sampah dalam jumlah besar setiap harinya. Muji Rohman menyebutkan bahwa fasilitas ini membutuhkan pasokan sampah hingga 1.000 ton per hari. Angka ini merupakan kapasitas optimal agar operasional PSEL dapat berjalan efisien dan maksimal.
Saat ini, skema kerja sama pembuangan sampah yang ada baru mencukupi sekitar 600 ton per hari. Rincian pasokan berasal dari Kabupaten Serang sekitar 400 ton, sementara sisanya disuplai dari Kota Serang sendiri. Jumlah ini masih menyisakan kekurangan sekitar 400 ton untuk mencapai target 1.000 ton.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan sampah tersebut, DPRD Kota Serang membuka peluang kerja sama dengan daerah lain. Muji menyebutkan, "Kemungkinan besar kita perlu kerja sama dengan daerah lain seperti Cilegon untuk menutupi kekurangan kapasitas menuju 1.000 ton tersebut." Langkah ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan operasional PSEL Kota Serang.
Advertisement
Advertisement
Dampak Ekonomi dan Manfaat Sosial dari PSEL Kota Serang
Proyek PSEL yang didanai oleh Danantara dengan investasi Rp5,7 triliun ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi signifikan. Salah satu manfaat utamanya adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Serang. Ini akan memperkuat keuangan daerah dan mendukung pembangunan lebih lanjut.
Muji Rohman memaparkan bahwa Kota Serang diproyeksikan menerima PAD dari kompensasi pembuangan sampah sekitar Rp19 miliar per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar PSEL Kota Serang dalam berkontribusi pada pendapatan daerah. Dana ini dapat dialokasikan untuk berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
Selain dampak ekonomi, proyek ini juga menjanjikan manfaat sosial langsung bagi masyarakat sekitar lokasi PSEL. Masyarakat akan menerima fasilitas penunjang seperti pembangunan tempat ibadah dan sarana umum. Bahkan, bantuan ambulans juga akan disediakan, menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan komunitas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews