Djarot minta Bawaslu DKI segera selesaikan kasus penolakan warga
Merdeka.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana Djarot Saiful Hidayat berharap Badan Pengawas Pemilihan Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta dapat menyelesaikan masalah penolakan warga terhadap pasangan calon dengan nomor urut 2 saat kampanye. Djarot merasa sedikitnya sudah empat kali terjadi penolakan.
"Saya diundang oleh Bawaslu sehubungan dengan pelaporan dari Pak Trarigan dan kawan-kawan tentang kejadian pengadangan dan menghalangi kampanye di Kembangan Utara. Karena yang kita alami paling tidak sudah ada empat kali yang pertama di halangi ketika di Kali Baru kemudian di Kembangan Utara, kemudian kemarin di Karang Anyar tadi di Mampang Prapatan," tutur Djarot kepada awak media usai memberi keterangan di kantor Bawaslu Jalan Danau Agung III No 5, Sunter Agung, Jakarta Utara, Selasa (15/11) malam.
Akhirnya, Djarot bersama tim segera memutuskan untuk tidak menemui warga yang menolak pada saat dirinya melakukan kampanye di Mampang, Jakarta Selatan. Sebab, diketahui warga yang melakukan unjuk rasa penolakan tersebut bukan penduduk asli kawasan tersebut. "Selanjutnya kami serahkan pada Bawaslu," terang Djarot.
Sementara itu, koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu DKI Jakarta, M Jufri mengatakan bahwa mantan Wali Kota Blitar tersebut merupakan saksi yang kelima untuk dimintai keterangan oleh Bawaslu untuk melengkapi beberapa keterangan saksi terkait kasus tersebut.
"Itu klarifikasi yang ke-4, sebelumnya kita sudah mengklarifikasi beberapa saksi di lokasi kejadian. Jadi ada 5 saksi yang kita klarifikasi. Kepada Bapak Djarot ada 20 pertanyaan yang kami berikan kepada beliau dan beliau menjawab semuanya," papar Jufri. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya