Didukung Rizieq, Gerindra tak khawatir dituding pakai politik identitas
Merdeka.com - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyarankan partai Gerindra, PKS, PAN dan PBB berkoalisi pada laga Pilpres 2019 nanti. Jika koalisi itu benar terbentuk Habib Rizieq akan mengajak alumni 212 dan umat Islam mendukung poros tersebut.
Wasekjen Gerindra Andre Rosaide menyambut baik apa yang diusulkan Habib Rizieq. Dia juga tak khawatir bila nantinya Gerindra dituding memakai politik identitas. Andre menegaskan bahwa Gerindra merupakan partai Nasionalis yang berlandaskan Pancasila.
"Partai Gerindra partai Nasionalis, partai yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Serta mendukung Kebhinekaan. Semua rakyat tahu. Sayap Partai kami ada Sayap Islam, Kristen, Hindu , dan Budha. Dan selama ini kami selalu menjual program dan gagasan. Jadi kami enggak khawatir di cap seperti itu," kata Andre lewat pesan kepada merdeka.com, Jumat (23/3).
Pun partai berlambang garuda ini tetap terbuka atas kritik dari seluruh elemen masyarakat maupun pemuka agama. "Kami ini partai nasionalis yang terbuka atas masukan seluruh kelompok masyarakat dan juga Ulama," ujar Andre.
Senada dengan Andre, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera juga menilai baik usulan Habib Rizieq. Sebagai partai berbasis Islam, PKS siap maju bersama umat Islam.
"Imbauan Habib Rizieq perkara yang baik. Agar umat bersatu. PKS sebagai partai Islam sangat menghormati ulama. Jangankan mengkriminalisasi ulama, tidak mengikuti pendapat ulama saja bisa jauh dari keberkahan. PKS siap bersama umat dan ulama," kata Mardani.
PKS tak khawatir bila di Pilpres 2019 nanti ada pihak yang menuding pihaknya menggunakan politik identitas. PKS tetap tegak bersama koalisi mengutamakan akurasi program dan strategi untuk memenangkan ajang pemilihan terbesar.
"Tidak ada narasi SARA. Yang ada ketepatan strategi dan perumusan isu," ujar Mardani.
Mardani juga berkaca pada Pilgub DKI Jakarta 2014 lalu yang dinilai sarat dengan isu SARA.
"Yang angkat SARA di DKI bukan kami. Tidak pernah kami kampanye Al-Maidah:51. Tapi ketika itu disinggung dan umat marah bukan kehendak kami," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya