Dharma-Kun Soroti PHK di Jakarta Tinggi: Hidup Penuh Kesulitan akan Kita Perjuangkan

Dharma Pongrekun-Kun Wardana menyinggung maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan di Jakarta.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dharma-Kun Soroti PHK di Jakarta Tinggi: Hidup Penuh Kesulitan akan Kita Perjuangkan
Pekerja proyek menyelesaikan rangkaian kawat baja di salah satu proyek pembangunan gedung Jakarta, Kamis (25/4/2024). Kenaikan realisasi anggaran infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 tak sebanding dengan serapan tenaga kerja di sektor Konstruksi. merdeka.com/imam buhori (©2023 Merdeka.com/Imam Buhori)

Bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta jalur independen Dharma Pongrekun-Kun Wardana menyinggung maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sejumlah perusahaan di Jakarta.

"Sekarang jenis pekerjaan tetap itu sudah menurun secara drastis banyak pekerjaan-pekerjaan baru seperti pekerjaan outsourcing, maupun pekerjaan kemitraan dan para pekerja kemitraan ini tidak diperlakukan sebagai pekerja," kata Kun di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Minggu malam, 1 September 2024.

Dia menyoroti usia pekerja korban PHK yang relatif masih amat muda. Menurut Kun, banyak di antaranya yang lari ke pekerjaan berbasis kemitraan yang seringkali tak memberikan jaminan sosial bagi para pekerjanya.

"Sekarang kalau kita lihat mereka-mereka yang ter-PHK rata-rata kalau usianya 40 tahun, 45 tahun atau 50 tahun itu mereka larinya ke ojol (ojek online) ya. Dan jumlah ojol ini sangat meningkat tajam dari tahun ke tahun," ucap Kun.

Terlilit Pinjol

Selain itu, Kun menyebut nasib pekerja kemitraan juga memprihatinkan karena tingginya biaya hidup di Jakarta. Tak jarang, mereka harus berutang hingga terjebak pinjaman online (pinjol) demi mencukupi kebutuhan hidup di Jakarta.

"Ini fenomena yang luar biasa, hidup dengan penuh kesulitan dan hal ini yang akan kita perjuangkan," kata dia.

Kun menyampaikan, kesejahteraan pekerja menjadi salah satu hal yang ingin diwujudkan ke depan. Sehingga, tak ada lagi pekerja di Jakarta yang terzalimi.

"Mayoritas masyarakat Jakarta adalah pekerja. Kita ingin mensejahterakan masyarakat Jakarta yang dimulai tadi bagaimana mensejahterakan para pekerja yang terzalimi ini, para pekerja yang sulit dalam kehidupannya," ujarnya.

Rekomendasi