Dedi Mulyadi Tak Mau 'GR' Didorong Jadi Menteri Jokowi
Merdeka.com - Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku tidak mau gede rasa alias 'GR' sebagai salah satu calon menteri yang disodorkan Partai Golkar ke Presiden Joko Widodo. Menurutnya, hak prerogatif Jokowi untuk memilih pembantunya. Maka itu, Dedi tidak mau besar kepala bakal menjadi menteri.
"Kita jangan kegeeran lah. Jangan terus pak Jokowi gak pernah memikirkan terus kita geer," katanya ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/7).
Dedi mengatakan, bukan bukan persoalan siap atau tidak siap menjadi menteri. Hanya saja sebagai politikus harus bisa menerima konsekuensi di mana pun.
"Konsekuensi seorang politisi itu adalah konsekuensi menekuni bidang apapun," ucapnya.
Soal nama menteri yang dicalonkan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Dedi mengaku tidak tahu menahu. Dia menuturkan belum komunikasi dengan Airlangga.
"Saya ini orang Sunda, orang Sunda itu terbiasa untuk tidak pernah bertanya tentang sesuatu untuk dirundingkan," ucap mantan Bupati Purwakarta itu.
Diberitakan, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga mengakui ada lima kader partai yang berpotensi untuk diajukan sebagai calon menteri kabinet kerja jilid kedua Presiden Joko Widodo.
Lima nama tersebut adalah Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang Kartasasmita, Ibnu Mundzir, Zainuddin Amali dan Dedi Mulyadi.
"Partai Golkar biasalah, satu nama-nama tersebut tentu punya potensi," kata Airlangga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/7).
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya