Calon kepala daerah ditahan KPK, 1 unggul dan 3 keok versi quick count

Kamis, 28 Juni 2018 06:31 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Calon kepala daerah ditahan KPK, 1 unggul dan 3 keok versi quick count Marianus sae usai diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pilkada Serentak digelar di 171 daerah menggelar Rabu (27/6) kemarin. Dari 171, 17 untuk pemilihan gubernur, 115 kabupaten dan 39 kota mencoblos bupati dan wali kota.

Dari ratusan kandidat bertarung tercatat sembilan calon pemimpin tersandung kasus ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. Sembilan calon itu di antaranya Cagub NTT nomor urut 2 Marianus Sae. Cagub Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus. Cagub Sulawesi Tenggara Asrun. Dan Cagub Lampung Mustafa.

Dua calon Wali Kota Malang Yaqud Ananda Gudban dan Mochamad Anton. Calon Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Calon Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Serta Calon Bupati Subang Imas Aryumning.

Meski saat ini ditahan KPK, calon petahana Syahri Mulyo sementara unggul atas pesaingnya, Margiono-Eko Prisdianto (Mardiko) dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018. Pasangan diusung PDIP dan NasDem ini meraih 61,1 persen suara hasil riill count dilakukan KPU Tulungagung maupun Desk Pilkada Pemkab Tulungagung.

"Masih (hasil perhitungan) sementara. Tapi itu riil," kata Ketua KPU Tulungagung Suprihno dikonfirmasi di sela pemantauan hasil rekapitulasi tingkat TPS-TPS di Tulungagung, Rabu (27/6).

Keunggulan pasangan nomor urut 2 ini berdasar data yang terpublis di aplikasi android KPU Tulungagung, sekitar pukul 16.45 WIB. Sementara kubu lawan politiknya yang membawa tagline 'Membawa Tulungagung yang Lebih Baik' mendapat dukungan 39,9 persen.

Namun, total data masuk dalam riil count yang dipaparkan KPU via aplikasi android itu baru mencapai 12,93 persen.

"Data riil count ini di-'update' langsung oleh masing-masing KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) melalui aplikasi android, sehingga perkembangan dari jam ke jam bisa diakses langsung oleh publik," tutur Suprihno, seperti dikutip Antara.

Hampir sama dengan real count KPU, Desk Pilkada Pemkab Tulungagung juga merekap kemenangan pasangan calon petahana Sahto atas Mardiko dengan 61,73 persen banding 38.27 persen.

Syahri Mulyo ditetapkan sebagai tersangka bersama Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno (SUT), dan dua pihak swasta, Agung Prayitno (AP) dan Susilo Prabowo (SP).

Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembangunan peningkatan jalan pada Dinas PUPR kabupaten Tulungagung. Diduga pemberian dari Susilo kepada Bupati Tulungagung sebesar Rp 1 miliar.

Uang Rp 1 miliar itu merupakan pemberian ketiga. Sebelumnya Bupati Tulungagung sudah menerima Rp 500 juta, dan Rp 1 miliar. Total peneriman uang kepada Bupati Tulungangung Rp 2,5 miliar.

Di NTT, pasangan Viktor Bungtilu Laiskodat-Joseph Nae Soi (Victory-Joss) unggul sementara pada Pemilihan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini berdasarksan hasil quick count lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).

Dari 100 persen data yang masuk ke SMRC, Victory-Joss mendapat perolehan suara 37,17 persen. Pasangan yang diusung Partai NasDem, Golkar, dan Hanura ini unggul dari tiga pesaing lainnya.

Sementara Marianus Sae-Emmilia Nomleni (Marianus-Emmi) mendapat perolehan suara 27,31 persen. Pasangan yang diusung PDI-P dan PKB ini berada satu tingkat di bawah Victory-Joss.

Posisi ketiga disusul Esthon L Foenay-Christian Rotok, yang meraih suara 19,83 persen. Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra dan PAN. Benny K Harman-Benny A Litelnoni menempati posisi terakhir. Pasangan yang diusung Partai Demokrat, PKPI, dan PKS ini meraih 17,69 persen suara.

SMRC juga menempatkan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Nunik) memenangkan Pilgub Lampung. Data masuk telah 100 persen dan menempatkan perolehan suara bagi pasangan nomor urut tiga ini 38,32 persen. Maka kemungkinan besar masyarakat Lampung akan memiliki gubernur baru.

Tempat kedua ditempati oleh pasangan Herman HN-Sutono dengan perolehan suara 25,50 persen. Tempat ketiga ditempati oleh pasangan petahana Muhammad Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dengan perolehan suara 24,83 persen.

Posisi terakhir ditempati oleh Mustafa-Ahmad Jajuli dengan perolehan suara 11,35 persen. Mustafa merupakan Bupati Lampung Tengah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sementara, Cyrus Network (CN) juga menyatakan bahwa pasangan calon Arinal Djunaidi - Chusnunia memenangi Pilgub Lampung.

"Sudah 70 persen suara yang masuk dan tidak mungkin bergeser lagi Arinal-Nunik meraih 39 persen. Unggul dari pesaing lainnya," kata Direktur CN Hasan Nasbi dikutip dari Antara.

Ia mengatakan dari data yang masuk sudah 70 persen dapat dipastikan Arinal-Nunik biasa pasangan ini disapa bakal terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2019-2024.

Pilgub Lampung diikuti oleh empat pasangan calon. Pasangan dengan nomor urut pertama adalah Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri. Ridho-Bachtiar adalah petahana Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yang maju ke Pilgub diusung oleh PPP, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

Pasangan nomor urut dua yaitu Herman HN-Sutono yang diusung oleh PDIP. Herman merupakan Wali Kota Bandar Lampung dan Sutono merupakan Sekda Lampung.

Nomor urut tiga diusung oleh PAN, PKB, dan Partai Golkar, yaitu Arinal Djunaidi dan Chusnunia. Nomor urut empat Pilgub yaitu pasangan Mustafa dan Ahmad Jajuli yang diusung oleh Partai Hanura, PKS, dan Partai NasDem.

Sementara itu, Lembaga survei The Haluoleo Institute (THI) merilis hasil perhitungan cepat Pilkada Sulawesi Tenggara (Sultra) yang menempatkan pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas unggul dari dua pasangan lainnya. Hasil survei metode penghitungan cepat menyatakan kemenangan pasangan urut satu Ali Mazi-Lukman Abunawas dengan persentase di atas 42,72 persen.

Pasangan nomor urut dua Asrun-Hugua mendapat suara 25,07 persen, sementara pasangan urut dua Rusda Mahmud-Sjafei Kahar mendapatkan suara 32,22 persen.

Direktur The Haluoleo Insititute Naslim Sarlito Alimin, mengatakan hasil perhitungan cepat itu berasal dari 308 sampel TPS dari total 4.909 TPS se-Sultra, seperti dilansir Antara, Rabu (27/6).

Pilkada Sultra diikuti oleh 3 Pasangan calon yakni pasangan nomor urut 1 Ali Mazi-Lukman Abunawas yang diusung oleh Partai Nasdem (3 kursi) dan Partai Golkar (7 kursi), total 10 kursi di DPRD Sultra.

Pasangan urut 2 Asrun-Hugua yang diusung oleh Partai Amanat Nasional (9 kursi), PDIP Perjuangan (5 kursi), PKS (5 kursi), Hanura (3 kursi) dan Gerinda (4 kursi) total 26 kursi di DPRD Sultra.

Pasangan urur tiga Rusda Mahmud-Sjafei Kahar diusung oleh partai Demokrat (6 kursi), Partai Persatuan Pembangunan (2 kursi) dan Partai Kebangkitan Bangsa (1 kursi) total 9 kursi di DPRD Sultra. [did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini