Berulangkali Jadi Anggota DPR, 4 Politikus Senior Tak Lolos ke Senayan di Pemilu 2019

Kamis, 16 Mei 2019 06:35 Reporter : Syifa Hanifah
Berulangkali Jadi Anggota DPR, 4 Politikus Senior Tak Lolos ke Senayan di Pemilu 2019 Air mancur di Gedung DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Sejumlah caleg petahana pada Pemilu 2019 ini diprediksi gagal melaju ke Senayan. Padahal mereka adalah para politikus senior dan sudah berpengalaman dalam ikut Pemilu.

Para caleg dari politikus senior ini kalah dengan caleg dari partai lain. Bahkan persaingan juga terjadi antar caleg sendiri dalam satu partai.

Siapa saja para politikus senior yang gagal melaju ke DPR di Pemilu 2019? Berikut daftarnya:

1 dari 4 halaman

Eva Sundari

Eva Kusuma Sundari, politikus senior PDI-P harus legowo tidak kembali lolos ke Senayan. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Eva hanya mendapatkan 80.747 suara.

Eva maju dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur VI meliputi wilayah Kediri, Tulungagung, dan Blitar. Eva mengatakan caleg PDIP yang lolos ke DPR dari Dapil VI yakni Guruh Soekarnoputra, Arterian Dahlan dan Sri Rahayu.

Sebelumnya Eva Kusuma pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014, di Komisi III yang menangani Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Politikus senior PDIP ini kembali menjadi anggota DPR periode 2014–2019, ia menjabat anggota DPR Komisi XI - Keuangan, Perencanaan Pembangunan, Perbankan.

2 dari 4 halaman

Budiman Sudjatmiko

Satu lagi Politikus senior PDIP Budiman Sudjatmiko yang tidak lolos DPR. Budiman maju dari Dapil Jawa Timur VII meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Berdasarkan rekapitulasi KPU, Budiman mendapatkan 48.806.

Sebelumnya Budiman pernah menjadi anggota 2009 - 2014, terpilih kembali anggota DPR periode 2014-2019. Kini langkahnya harus terhenti setelah gagal menjadi anggota dewan periode 2019-2024.

3 dari 4 halaman

Nurhayati Ali Assegaf

Politikus senior lainnya yang gagal ke Senayan, yakni Nurhayati Ali Assegaf. Politikus asal Partai Demokrat hanya mampu meraup 16.063 suara berdasarkan hasil rekapitulasi KPU. Nurhayati maju dari Dapil Jawa Timur V meliputi Malang Raya.

Dalam perjalanan karier politiknya di parlemen sejak tahun 2004, Nurhayati terlibat di komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, bidang Perdagangan, Industri, Investasi, Usaha Kecil dan Skala Menengah, BUMN, dan National Standardisasi, dan Komisi I Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informasi.

Pemilu legislatif 2009, Nurhayati kembali ikut meramaikan bursa pencalegan untuk Daerah Pemilihan Jawa Timur V yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu atau Malang Raya. Nurhayati terpilih menjadi anggota legislatif periode 2009-2014. Nurhayati kembali terpilih menjadi anggota DPR RI komisi I periode 2014-2019.

4 dari 4 halaman

Roy Suryo

Politikus Partai Demokrat Roy Suryo juga gagal menjadi anggota DPR kembali untuk periode 2019-2024. Mantan Menpora ini maju dari Dapil DIY hanya mampu meraup 24.415 suara.

Sebelumnya Roy Suryo pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Berhasil kembali menjadi anggota DPR periode 2014-2019 sebagai Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Ambar Tjahjono yang notabene diberhentikan oleh Partai Demokrat. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini