Bela OSO, Kader Sebut Hanura Tak Gagal Pileg Jika Wiranto Tegas Sikapi Dualisme

Jumat, 17 Mei 2019 16:43 Reporter : Ahda Bayhaqi
Bela OSO, Kader Sebut Hanura Tak Gagal Pileg Jika Wiranto Tegas Sikapi Dualisme Oesman Sapta terima kunjungan Ketua Parlemen Korsel. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pendiri Hanura Wiranto menyatakan penyesalannya memilih Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua umum. Hal itu menanggapi OSO yang menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura di Pileg 2019.

Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir membela OSO. Menurutnya, Wiranto turut andil dalam kegagalan Hanura pada Pileg. Sebab Wiranto tidak memberikan sikap tegas saat dualisme Hanura.

Pada 2018 lalu, Sarifuddin Sudding, sebagai sekretaris jenderal mengkudeta OSO dan membentuk kepengurusan baru dipimpin Daryatmo yang dikenal Kubu Ambhara. Sedangkan OSO menyatakan sebagai kepemimpinan yang sah atau dikenal sebagai kubu Manhattan.

Kata Inas, polemik tersebut merupakan petaka karena sumber perpecahan Hanura dari tingkat elite sampai akar rumput. "Sehingga soliditas partai tidak lagi dapat dipertahankan dan konstituen-pun akhirnya lari. Jadi tidak heran jika kursi Hanura hilang di berbagai daerah dan bahkan gagal menuju Senayan," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/5).

Inas menilai, Wiranto, sebagai ketua dewan pembina, sedianya bisa mencegah perpecahan tersebut. Tetapi, Wiranto, menurut Inas malah 'mencla-mencle'.

"Seharusnya hal ini tidak akan terjadi jika Pak Wiranto pada saat itu tidak mencla mencle dalam menyikapi dinamika di Partai Hanura pada saat itu," katanya.

Inas menilai pernyataan Wiranto di media massa seperti membenarkan tindakan Sudding dkk. Tetapi di sisi lain, lanjutnya, Wiranto mengatakan ketua umum tetap OSO.

"Padahal sikap yang ditunjukan oleh Wiranto tersebut, jelas-jelas mengkhianati kesepakatan serah terima Ketua Umum Hanura dari Wiranto kepada Bang OSO, yakni membesarkan Hanura dan memenangkan Pileg 2019," tegasnya.

Inas menuturkan, perpecahan tidak akan terjadi kalau Wiranto tegas menolak Munaslub oleh kubu Sudding dan mendukung kepemimpinan OSO. Adapun saat itu, kubu Sudding menganggap pesan WhatsApp Wiranto membuka jalur untuk melaksanakan Munaslub. Pesan tersebut tak tegas menyatakan keberpihakan Menko Polhukam tersebut.

Inas melanjutkan, padahal seharusnya Wiranto tahu kalau perpecahan akan berakibat buruk lantaran sudah menjelang pemilihan legislatif 2018. "Atau jangan-jangan justru ini merupakan strategi Pak Wiranto untuk menjatuhkan Bang OSO? Who knows?" tutupnya.

Hubungan Wiranto dan OSO tengah memanas. OSO menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura. Wiranto yang tidak ingin disalahkan, mengatakan kesalahannya telah menunjuk OSO sebagai ketua umum pada 2017. [ray]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini