Bawaslu Jabar Bakal Periksa Ridwan Kamil Soal Video Tunjuk Satu Jari di Acara PKB
Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat segera memeriksa video Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mengacungkan satu jari dalam kegiatan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran yang dilakukan.
Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah menegaskan akan menjalankan aturan yang berlaku. Jika tidak ada pelanggaran, maka publik tidak digaduhkan oleh pemberitaan simpang siur. Sebaliknya, jika ada unsur pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi tegas.
Sikap tidak tebang pilih dalam menegakkan aturan pemilihan umum (pemilu) digunakan sebagai landasan menjalankan aturan. Untuk itu, pihaknya akan memanggil Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk dimintai keterangan. Namun sebelumnya, upaya pencarian fakta dan informasi dilakukan terlebih dahulu.
"Kita akan akan cek dulu soal kebenarannya. Siapapun yang melanggar aturan Pemilu, termasuk kepala daerah, wajib bagi kami untuk melakukan penindakan. Namun, kami harus dalami dulu dengan melihat fakta-fakta yang ada," kata Abdullah saat dihubungi, Rabu (9/1) malam.
Meski begitu, kata Abdullah, seorang kepala daerah bisa ikut serta dalam kampanye selama aturan dan kaidah yang berlaku dipenuhi. Seperti mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau dalam keadaan cuti.
Terlepas dari itu, Abdullah mengingatkan seluruh kepala daerah di Provinsi Jabar berhati-hati dan memahami aturan agar netralitas dalam Pemilu tetap terjaga.
Apalagi, lanjut Abdullah, sesuai aturan perundang-undangan, kepala daerah juga dilarang membuat kebijakan, keputusan, bahkan sikap yang dinilai menguntungkan salah satu peserta Pemilu.
"Prinsipnya, Bawaslu dalam posisi tidak tenang pilih terhadap siapapun yang melanggar aturan pemilu, termasuk kepala daerah sekalipun," tegasnya.
Pernyataan Abdullah tersebut menyusul beredarnya video Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang mengacungkan simbol satu jari dalam kegiatan yang digelar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya pun melakukan hal serupa saat mendampingi calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Pesantren Al-Ghazaly, Kota Bogor.
Di lain pihak, saat sejak aksinya mengacungkan satu jari itu ramai diperbincangkan, Ridwan Kamil mengunggah pasal dan aturan kampanye untuk kepala daerah di akun instagramnya sebagai upaya klarifikasi.
"Saya melakukan aktivitas terkait kampanye/politik Pilpres 2019 dan lain-lain itu di akhir pekan sesuai aturan atau ambil cuti jika terpaksa di hari kerja," jelasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya