Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bawaslu diminta intai posko pemenangan kandidat Pilpres

Bawaslu diminta intai posko pemenangan kandidat Pilpres bawaslu. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamat Politik Adi Prayitno meminta Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) diperketat dalam proses Pilpres 2019 sampai hari pemilihan calon. Dia meminta Bawaslu mengintai posko pemenangan kandidat Pilpres. Hal ini guna mencegah praktik 'politik kardus' atau politik uang.

"Bawaslu ke depan itu intailah markas markas pemenangan capres dan cawapres, karena dari situlah semua kardus dibawa, kantor partai politiknya, basecamp relawannya, dan basecamp pemenangannya. Itu yang harus diintai," katanya dalam diskusi babak baru politik kardus, di D'Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9).

Pasalnya, kata Adi, posko pemenangan merupakan muara dari strategi kampanye, door to door campaign, hingga logistik pemenangan. Maka dari itu fungsi pengawasan Bawaslu harus ketat.

Dosen politik UIN Syarif Hidayatullah ini menyarankan Bawaslu juga menggandeng banyak instrumen untuk mengawasi Pilpres. Misalnya Polri dan Kejaksaan. Adi ingin ada skema layaknya razia logistik sogokan di jalan dua minggu sebelum hari pencoblosan.

"Jadi dua minggu sebelum pencoblosan dilakukan razia secara masif, mulai dari pusat hingga daerah, periksalah semua orang, periksalah semua kendaraan yang dicurigai membawa logistik kardus," pintanya.

"Kalau ini tidak dibegitukan orang akan gampang politik kardus dimana mana, apalagi kecenderungan masyarakat kita saat ini senang tuh didatangi yang kardus kardus. Kan rusak negara kita kalau begini," tandas Adi.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP