Bangkit Usai Kasus Rommy, Plt Ketum PPP Konsolidasi Kader di Jatim
Merdeka.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bergerak cepat di sisa waktu jelang pencoblosan Pemilu 2019 yang tinggal 19 hari lagi. Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa mengaku mengerahkan semua kader untuk bekerja demi menjaga suara partai setelah kasus jual beli jabatan yang membuat M Romahurmuziy ditahan KPK.
"Ya semua bekerja," tegas kata Suharso saat berkunjung ke kantor DPW PPP Jawa Timur, Jalan Kendangsari, Surabaya, Jumat (29/3) sore.
Salah satu yang dilakukan Suharso usai penunjukan dirinya sebagai Plt menggantikan Rommy pada 17 Maret lalu, yakni menggelar Konsolidasi DPC dan Caleg DPRD se-Jawa Timur di kantor DPW PPP Jawa Timur hari ini.
"Pertama saya datang ke daerah pemilihan di Jatim untuk melihat semangat dari para kader, saya lihat mereka bekerja, semangatnya tidak kendur," ujarnya.
Dia mengungkapkan, kasus Rommy justru membuat para kader PPP makin terpacu dan ingin membuktikan semangatnya masih membara meski baru saja dihantam masalah.
"Dan karena saking sayangnya dengan partai, pasti semua bersemangat untuk tidak mau partai ini, tidak lolos PT (parliamentary threshold)," katanya.
"Jadi itu sebuah logika sederhana saja. Jadi begitu kita gerakkan lagi, kita lecutkan lagi, mereka dengan serta merta berkobar lagi semangatnya," sambungnya.
Saat dipertegas lagi apakah PPP yakin bisa memenuhi 4 persen PT? Suharso menjawab penuh semangat. "Oh iya, yakin sekali. Dan dalam hari-hari mendatang, mudah-mudahan terealisasi dengan baik," tegasnya.
Untuk itu, dia menginstruksikan kepada seluruh kadernya bekerja lebih keras di sisa waktu 19 hari jelang Pemilu. "Saya minta mereka untuk bekerja sama, sama siapa saja, silakan, untuk membantu," katanya lagi.
"Jadi ini bagian dari solusi dan saya yakin Jatim, suara PPP akan naik dan bertambah kursi untuk DPR RI yang semula 4 (kursi) mungkin bisa lebih dari itu," tandasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya