Andi Arief: Demokrat sampai pukul 22.30 menolak Sandiaga Uno

Kamis, 9 Agustus 2018 23:29 Reporter : Ahda Bayhaqi
andi arief. merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, belum sepakat mendukung Sandiaga Uno sebagai cawapres Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut menyusul pertemuan antara Prabowo dan SBY di kediaman presiden keenam di kawasan Mega Kuningan, Kamis (9/8).

"Sikap Partai Demokrat sampai pukul 22.30 malam ini adalah menolak pencawapresan Sandi Uno karena melanggar etik koalisi berasal dari partai Gerindra, sama dengan Capres Prabowo dan belum menerima alasan Prabowo tidak menunjuk AHY karena PAN dan PKS menolak," kata Andi Arief lewat Twitternya dikutip merdeka.com, Kamis (9/8).

Demokrat, kata Andi Arief tidak melanggar etika karena menolak Sandiaga sebagai cawapres. Dengan alasan capres yang seharusnya menentukan cawapresnya.

"Sikap Demokrat adalah sesuai dengan azas keadilan dimana Prabowo mengentertain penolakan PAN dan PKS terhadap kader Demokrat AHY," lanjut dia.

Demokrat memberikan opsi untuk kembali ke komitmen awal dimana Agus Harimurti Yudhoyono mendampingi Prabowo. Atau, mencari cawapres alternatif dengan menimbang kemungkinan menang dari pasangan Joko Widodo dan Ma'aruf Amin.

Andi Arief mengatakan Partai Demokrat akan menyatakan sikapnya pada esok pagi, lantaran tak bisa bersikap netral dalam pilpres 2019. Jika dalam dua tiga jam ke depan tidak ada kata sepakat dengan Gerindra, Demokrat akan menempuh jalan berbeda.

"Jika tidak ada kesepakatan, kami akan tempuh jalan berbeda," imbuhnya.

Demokrat berharap Prabowo bisa mengatasi ujian kepemimpinan mantan Danjen Kopassus itu.

"Partai Demokrat berharap ujian leadership Prabowo bisa diatasi oleh dirinya. Jika ujian ini tidak lahir keputusan terbaik akan jadi ukuran bagaimana kapasitas dan kualitas untuk memimpin jika takdir sejarah Prabowo menang capres. Persoalan bangsa akan lebih kompleks dari ini," pungkasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini