AHY: Daya Beli Melemah, Lanjutkan Program Pro Rakyat SBY Apapun Namanya
Merdeka.com - Komandan Komando tugas bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato kebangsaannya juga menyinggung tentang kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Hal itu tercermin dari hasil safari politik Demokrat di berbagai daerah.
AHY menjelaskan, selama dua tahun terakhir ini, Ketua Umum Partai Demokrat SBY dan jajarannya, aktif berkeliling nusantara, untuk menyerap aspirasi masyarakat. Beberapa persoalan utama, yang sering disampaikan antara lain soal melemahnya daya beli masyarakat, baik di pulau Jawa maupun di luar Jawa; perkotaan maupun di pedesaan. Hal ini terjadi, kata dia, karena menurunnya penghasilan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan.
"Kedua, lapangan pekerjaan. Masyarakat, khususnya anak-anak muda cemas, tidak bisa memperoleh pekerjaan yang layak, sesuai dengan kompetensi mereka. Sedangkan mereka yang sudah bekerja, khawatir akan kehilangan pekerjaannya, akibat melemahnya ekonomi nasional," kata AHY di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (1/3).
AHY memberikan pidato politik untuk merekomendasikan sejumlah solusi kepada siapapun presiden terpilih pada 17 April nanti. Dalam Pilpres 2019, Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.
Merespons persoalan tadi, lanjut dia, Demokrat merekomendasikan kepada Presiden mendatang, untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 6 persen atau lebih. Serta menciptakan iklim dunia usaha yang kondusif. Di antaranya dengan cara melonggarkan pajak.
Dunia usaha yang maju, kata AHY, akan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi, serta mampu meningkatkan upah dan kesejahteraan buruh. Selain itu, daya beli masyarakat juga harus kita perkuat melalui peningkatan gaji pegawai, termasuk guru, TNI dan Polri serta pensiunan.
Khusus untuk membantu masyarakat miskin dan kurang mampu, Presiden mendatang disarankan untuk menjalankan kebijakan dan program khusus untuk melindungi dan meningkatkan kelayakan hidup kaum miskin.
"Dengan segala kerendahan hati, Partai Demokrat menyarankan Program-Program Pro-Rakyat era SBY dapat dilanjutkan dan ditingkatkan, apapun namanya," tutur AHY lagi.
Program-Program Pro Rakyat SBY tersebut antara lain; PKH, Raskin, BLSM, BPJS, BOS, Bidik Misi, LPDP, Beasiswa Santri, KUR dan PNPM, serta penyaluran subsidi secara tepat sasaran; seperti subsidi BBM, listrik dan pupuk.
Selanjutnya, AHY menambahkan, persoalan ketiga yang perlu kita cermati saat ini adalah tentang keadilan hukum. Demokrat menangkap kegelisahan masyarakat terkait penegakan hukum yang di sana sini terkesan tebang pilih, tajam ke bawah tumpul ke atas; yang kuat menang, yang lemah kalah.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya