Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ahok ingin bertemu warga asli saat kampanye, bukan kader partai

Ahok ingin bertemu warga asli saat kampanye, bukan kader partai ahok di rumah lembang. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama mengakui sulit bertemu dengan warga jika mendapatkan pengawalan ketat. Terlebih saat dia mengunjungi salah satu kantong suara yang dimiliki partai pendukungnya, sebab kader pasti juga ingin bertemu dengannya.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengaku sempat mengalami kesulitan bertegur sapa dengan warga saat mengunjungi Jalan Arabika Atas, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Pengawalan yang ketat membuatnya harus meminta kepada penjaganya untuk merenggangkan sedikit jalannya.

"Saya mau ketemu masyarakat asli sini, saya mau tanya kondisi kampungnya bagaimana, nah itu yang makanya tadi saya minta pisahin jalan. Kalau enggak saya jalannya setengah mati tadi," katanya di Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (17/11).

Penentuan lokasi kampanye yang harus didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI membuat langkah mantan Bupati Belitung Timur itu untuk sidak terganggu. Sebab pada akhirnya lokasi yang ingin ditinjaunya telah diketahui oleh tim pemenangan dan kader partai.

"Kami enggak boleh nyelonong ke tempat yang enggak kami lapor. Jadi kan repot semua orang tahu dong kita ke mana. Makanya saya bilang enggak mau ketemu orang partai. Ketemu orang partai di partai saja gampang," terangnya.

Ahok merindukan saat dirinya memulai blusukan dengan Joko Widodo saat masa kampanye Pilkada DKI 2012 silam. Sebab dia dengan leluasa dapat berhenti di satu tempat tanpa sepengetahuan partai, terlebih tidak sedikit juga warga yang ingin berjumpa.

"Ini pengalaman persis tahun 2012 sama Pak Jokowi. Kalau partai yang tentukan titik pasti mereka juga mau temuin kita. Saya sama pak Jokowi gak biasa dengan gaya gitu dari 2012. Makanya waktu 2012, kami sering ke titik-titik yang gak diketahui orang partai," tutupnya.

Sebelumnya, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama kembali mendapat pengawalan ketat saat blusukan. Pengamanan tersebut dilakukan oleh aparat dan kader partai saat menemui warga di Jalan Arabika Atas, Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Pengamanan tersebut membuat Basuki atau akrab disapa Ahok ini tidak nyaman. Sebab akhirnya pengawalan itu membuat ada jarak antara dirinya dengan warga sekitar.

"Tolong ya saya jangan ditutupi, boleh dikawal tapi jangan ditutup, saya kan mau ketemu warga," tegasnya kepada pengawalan, Kamis (17/11).

"Siap Pak siap," ujar salah satu dari mereka. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP