Ada spanduk serang capres pro khilafah di Surabaya, Gerindra geram

Jumat, 10 Agustus 2018 20:17 Reporter : Moch. Andriansyah
Spanduk Hitam Mulai Muncul di Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Tahapan Pilpres 2019 baru pendaftaran bakal pasangan calon (Paslon). Tapi spanduk bernada kampanye hitam mulai muncul di Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/8).

Spanduk berlatar belakang warna hitam dengan tulisan: "Waspadalah!! Casingnya Ganti Presiden Di Dalamnya Rubah Pancasila Ganti Khilafah" itu terlihat di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Jalan Raya Darmo.

Meski tak menyebut gamblang siapa dan kelompok mana yang diserang, nada kalimat dalam spanduk itu jelas mengarah ke pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno beserta partai pengusungnya yang memang selama ini cukup rajin berkampanye dengan tagarnya #2019GantiPresiden.

Terkait spanduk black campaign ini, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad yang dikonfirmasi wartawan di Surabaya menuding bahwa pemasang spanduk tersebut tak paham soal Islam.

"Mereka (pemasang spanduk) tidak mengerti Islam. Mereka phobia kepada Islam. Dikiranya setiap yang berbau Islam, dan yang dekat dengan Islam berarti pro khilafah," tegas Sadad.

Politikus yang juga anggota DPRD Jawa Timur ini juga ingin memastikan kalau pemasang spanduk sudah gagal paham soal Prabowo-Sandi. "Prabowo-Sandi 100 persen NKRI, Merah Putih, Indonesia Raya, dan Bhinneka Tunggal Ika," katanya tegas.

Sadad yang juga Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) juga mengajak kepada para phobia Islam agar kembali membaca sejarah kelahiran Republik ini. "Indonesia ini adalah rumusan final, yang lahir dari kebesaran hati tokoh-tokoh umat Islam dan tokoh-tokoh nasional," paparnya.

Islam dan nasionalisme, masih kata Sadad, melebur ke dalam Indonesia dan menjadi konsepsi founding fathers. "Jika ada yang curiga pada Islam dan menuduh pro khilafah, jelas mereka tidak mengerti sejarah bangsanya sendiri," tandas Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pasuruan periode 2000-2001 tersebut.

Seperti diketahui, Jumat hari ini, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Maruf Amin dan Prabowo-Sandi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai peserta Pilpres 2019.

Di pertarungan kedua bagi Jokowi dan Prabowo setelah Pilpres 2014 ini, duet Jokowi-Kiai Maruf diusung PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, Hanura, PPP, PKB, PSI, PKPI, dan Perindo. Sedangkan Prabowo-Sandi diusung Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, dan Partai Berkarya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini