8 Januari, Jokowi dijadwalkan buka Rakornas BaraJP di Pulau Rote

Kamis, 4 Januari 2018 17:29 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Presiden Jokowi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 8 Januari 2017.

Rakornas yang mengangkat tema 'Berjaya Berkat Indonesia Sentris' rencananya dihadiri 34 Dewan Pengurus Daerah (DPD) seluruh Indonesia. Tema diangkat sejalan dengan kerja Pemerintahan Jokowi sudah mengunjungi Sabang (daerah paling barat Indonesia), Merauke (timur), Miangas (utara), kini Rote (paling selatan).

"Dengan mengunjungi Rote, empat arah sudah lengkap yaitu barat-timur-utara-selatan. Maka konsep pembangunan Indonesia Sentris telah dimeteraikan. Lengkap sudah," kata Viktor Sirait, Ketua Panitia Rakornas BaraJP 2018 dalam siaran persnya, Kamis (4/1).

Viktor mengatakan, Rote memang bukan tempat yang mudah didatangi. Dengan pesawat udara komersial, harus transit dulu ke Kupang, baru naik pesawat kecil ke Rote. Ongkos atau biayanya juga tergolong mahal, hampir setara dengan ke Papua.

"Namun kami tetap memilih Rote, agar Indonesia Sentris benar-benar tercapai. Lagi pula belum ada pejabat tinggi yang secara formal datang ke Rote. Maka kami juga mengadakan dialog masyarakat Rote dengan Presiden Jokowi," jelasnya seraya menambahkan agenda dialog tersebut pada Selasa 9 Januari 2017.

BaraJP sendiri merupakan Relawan Jokowi yang pertama lahir di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung 15 Juni 2013. GIM dipilih, karena menjadi lokasi pengadilan Soekarno tahun 1930 dengan pleidoi 'Indonesia Menggugat'.

Ketua Umum BaraJP, Sihol Manullang, mengatakan, visi Indonesia Sentris melalui akselerasi pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia yang menjadi ciri khas Pemerintahan Jokowi, terbukti membuat Indonesia kian berjaya.

Pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) terbukti bermanfaat besar. Tol Laut memangkas perbedaan harga antara Jawa dan Indonesia Timur. Kebijakan BBM Satu Harga memudahkan warga di daerah terpencil membangun ekonomi keluarga dan kegiatan ekonomi produktif lainnya.

Hasil kerja Jokowi membuat tingkat kepuasan publik cukup tinggi. Seperti berdasarkan survei Polmark 75,8 persen; SMRC 68 persen; Kompas 70,8 persen; Indikator 68,3 persen; dan CSIS 68,3 persen. Jika dirata-rata, tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintahan Jokowi mencapai 70 persen.

"Tingkat kepuasan yang tinggi tersebut juga bisa dipahami sebagai besarnya ekspektasi masyarakat terhadap keberlanjutan Pemerintahan Jokowi untuk periode ke dua mendatang, sehingga visi pembangunan Indonesia Sentris bisa berkesinambungan dan semakin terwujud," kata Sihol. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini