70 Persen Caleg dan Kader NasDem Diisi Anak Muda

Selasa, 12 Februari 2019 21:03 Reporter : Eko Prasetya
70 Persen Caleg dan Kader NasDem Diisi Anak Muda Partai Nasdem. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai politik kini menyasar milenial sebagai sasaran perolehan suara. Namun, Partai NasDem lebih jauh dari itu.

NasDem bahkan menempatkan kaum muda yang ingin atau sudah terjun ke dunia politik. Sebanyak 70 persen kader NasDem adalah anak muda dari usia 17 tahun dan 19 tahun.

Ketua Bappilu Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi menyatakan caleg yang diusung NasDem pada Pemilu 2019 juga didominasi anak muda. Hal itu, kata dia, lantaran pemilih NasDem memang banyak dari generasi muda. Keberadaan kader muda disandingkan dengan kader berusia sekitar 50an yang juga cukup banyak.

"Caleg itu 70-an persen muda. Bahkan kalau di daerah mungkin sampai 90 persen. Yang tua-tua sudah enggak ada, sudah sedikit sekali. Seusia saya yang 55 tahun itu ya sudah sedikit kan. Pada umumnya yang muda. NasDem kan memang hasil survei peminat NasDem memang banyak yang muda" kata Gus Choi kepada wartawan, Selasa (12/02/2019).

Gus Choi menambahkan, pada umumnya generasi lama sudah mempunyai pilihan partai. Sehingga umumnya mereka tidak pindah-pindah partai. Oleh karena itu, NasDem berupaya merangkul kaum muda bahkan yang belum pernah berpartai sekalipun.

"Karena ini banyak muda, maka di ABN (Akademi Bela Negara/Sekolah Kader NasDem) itu usianya yang ikut ABN itu usianya antara 23 tahun sampai 30 tahun. Bahkan banyak sekali yang belum pernah berpartai," katanya.

Menurut NasDem, anak muda yang belum pernah berpartai bisa didik lantaran masih murni. Maksudnya, belum terkontaminasi oleh tradisi partai-partai lama yang mungkin saja dicap buruk oleh sebagian masyarakat.

"Jadi masih suci bisa disiapkan menjadi calon pemimpin, digembleng terus-terusan," katanya.

Salah satu bukti keterlibatan anak muda adalah Muhammad Reza Syarifuddin Zaki. Saat ini Zaki berusia 29 tahun, merupakan ketua partai termuda di Sumedang dan juga ketua DPC Nasdem termuda seluruh Indonesia. Kebijakan NasDem yang dia nilai peduli terhadap kaum muda ialah dengan membangun akademi bela negara (ABN) dan pembiayaan terhadap calon legislatif.

Zaki memilih partai NasDem yang dia lihat membuka sepenuhnya keterlibatan anak-anak muda. Kesempatan anak muda untuk berkembang itu terbukti ketika Zaki terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Nasdem Kabupaten Sumedang.

"Sekarang di kepengurusan kami 50 persen lebih ialah anak-anak muda dan 38 persen ialah pengurus perempuan," papar Zaki yang merupakan calon legislatif DPR RI untuk daerah pemilihan Jawa Barat IX yang meliputi Sumedang, Majalengka dan Subang.

Kebijakan lain yang menurut Zaki dapat mendorong anak muda menjauhi korupsi ialah tidak adanya setoran dari anggota legislatif ke partai politik.

Keseriusan NasDem juga tampak dari pembentukan Akademi Bela Negara yang digarap secara serius. Kader masuk ABN karena institusi ini memberikan dasar-dasar pemahaman kebangsaan dan ideologi partai.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Zuhad Aji Firmantoro di tempat terpisah mengatakan tantangan dan cobaan partai politik di lima tahun ke depan akan semakin berat. Karenanya, butuh figur pemimpin yang kuat.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, diperlukan sistem yang baik dalam menghasilkan pemimpin muda yang berkualitas dan mempunyai kapasitas. Salah satu caranya, menurut Zuhad, dengan melakukan penguatan sistem pengkaderan partai politik secara kontinyu dan berjenjang. Tujuannya, supaya pemuda yang dipersiapkan support dengan kebutuhan yang ada saat ini.

"Untuk hasilkan pemimpin, maka perkuat sistem pengkaderannya," ujar Zuhad.

Tetapi, sambung dia, setelah melakukan pengkaderan, partai politik tidak boleh membiarkan kader muda berjalan sendiri. Tetap harus dikawal dan diberikan ruang untuk bisa mengeluarkan potensi dirinya.

"Kader yang potensial dikawal betul. Kalau bisa dikawal sampai jadi (pemimpin). Diberikan posisi yang strategis dalam partai," harapnya.

Berikutnya, Zuhad mengapresiasi langkah yang dilakukan partai politik yang sedari awal melakukan pengkaderan seperti Partai NasDem yang merangkul anak muda dan mempersiapkannya sebagai calon pemimpin.

"Itu bagus sekali. Saya mendukung partai politik yang ingin menghasilkan calon pemimpin dengan pengkaderan," pujinya.

Sementara Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kornelise menginginkan agar partai politik dan pemerintah memberikan ruang bagi pemuda. "Pemuda harus diberikan peran yang besar oleh negara," usulnya.

Dia yakin, jika diberikan peran dan ruang yang besar, pemuda akan mampu menjalankan dengan baik karena mempunyai potensi yang besar. Tetapi sayangnya, saat ini pemuda hanya menjadi pemanis dan jualan politik bagi partai politik dan pemerintah. Pemuda hanya jadi komoditi politik, bukan sebagai subjek untuk bagaimana pemuda terlibat di dalam partai politik. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Nasdem
  2. Pemilu 2019
  3. Caleg
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini