Yorrys Nilai Kasus Papua & Papua Barat Bisa Diatasi dengan Pendekatan Antropologi

Sabtu, 24 Agustus 2019 16:27 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Yorrys Nilai Kasus Papua & Papua Barat Bisa Diatasi dengan Pendekatan Antropologi Politisi Partai Golkar Yorrys Raweyai diperiksa KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai, menilai gejolak di Manokwari, Papua Barat sudah terjadi sejak 1965. Rentetan peristiwa itu menurutnya seperti akumulasi dari kekecewaan yang dirasakan warga Papua.

Yorrys mengatakan pemerintah sebenarnya bisa menyelesaikan kasus Papua dengan cara pendekatan antropologi dan budaya. Usulan itu pernah dia dibicarakan beberapa kali bersama Luhut Binsar Panjaitan yang kala itu menjabat Menko Polhukam.

"Pemikiran menyelesaikan Papua secara holistik dengan pendekatan antropologi dan budaya," kata Yorrys saat di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).

Yorrys menambahkan, saat itu pembicaraan melibatkan seluruh stakeholder baik dari Papua dan Papua Barat dan sudah sampai tahap mengimplementasikan. Tetapi, rencana pendekatan tersebut tidak ada kelanjutannya setelah Luhut menjadi Menko Kemaritiman

"Konsep itu menurut saya konsep paling baik, pendekatannya harus antropologi karena Papua ini sangat heterogen budaya. Nah ini jadi konsep secara holistik dengan pendekatan antropologi dan sosiologi budaya," lanjut Yorrys.

Setelah rentetan peristiwa di Papua dan Papua Barat sepekan terakhir, Yorrys mengaku belum mengutarakan kembali usulan tersebut pada Menko Polhukam, Wiranto saat kunjungan bersama ke Manokwari beberapa hari yang lalu. Namun demikian, dia yakin para deputi di Polhukam sudah mengetahui usulan tersebut.

"Saya kira tidak, karena relatif singkat dan setiap pertemuan dua jam sampai, pertemuan dengan masyarakat kemudian jedah dengan hasil-hasil itu. Kemudian karena ini kan di bawah Polhukam, ada Panglima. Saya tidak sempat sampaikan tetapi sama deputi-deputi tahu karena mereka kan berproses," kata Yorrys. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini