YM Direkrut JAD Bekasi untuk Merakit Bom dan Ahli Beladiri

Jumat, 10 Mei 2019 16:49 Reporter : Merdeka
YM Direkrut JAD Bekasi untuk Merakit Bom dan Ahli Beladiri Mabes Polri Beberkan Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bekasi. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris seorang remaja berusia 18 tahun berinisial YM. Dia ditangkap di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (9/5) malam.

"YM itu rekrutan baru. Anak muda usia 18 tahun, baru lulusan SMA negeri tahun 2018," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo di Kantor Divisi Humas Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Dedi menerangkan, YM adalah pengikut EY yang merupakan pimpinan JAD Bekasi-Jakarta. YM sendiri baru direkrut oleh EY selama setahun belakangan ini.

"Selama setahun itu YM dikader. Dia dikader oleh EY," ujar Dedi.

Menurut keterangan Dedi, alasan EY merekrut YM disebabkan memiliki idealisme. Di samping itu, YN juga diketahui jago beladiri.

"Dia (YM) dikader untuk bisa merakit bom. Dan EY melihat dia (YM) memiliki kemampuan beladiri yang bagus. Artinya kedepan anak ini bisa diandalkan," ujar dia.

YM diketahui ditangkap di hari yang sama saat EY ditangkap. YM ditangkap di Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

"Kalau ada tanya dari mana uang SL sehingga bisa membeli berbagai macam bahan peledak (ya dari EY juga). Kelompok SL berhasil membuat tiga handak (bahan peledak). Kalau EY selain penyandang dana, dia juga leadernya SL. Karena status amirnya EY ini lebih tinggi," kata Dedi.

YM disebut merupakan atlet Karate berprestasi. Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Kota Bekasi, Zulkarnaen Alregar mengatakan, YM merupakan atlet perguruan. Ia menyebut kalau YM belum pernah membela kontingen Kota Bekasi dalam berbagai kejuaraan amatir.

"Levelnya masih di bawah skuat Kota Bekasi, kita cek data belum pernah juara 1 di turnamen resmi kita Bekasi Open," kata Zulkarnaen saat dihubungi wartawan, Kamis (9/5).

Berdasarkan informasi yang dia dapat, bahwa YM setelah lulus sekolah, YM tidak latihan di dojonya karena mengikuti kursus IT.

"Atlet tersebut susah dilacak karena selalu gonta ganti nomor HP," kata Zulkarnaen.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, sosok YM sebagai atlet berprestasi diungkapkan oleh orang tuanya. Bahkan, YM pernah meraih medali dalam kejuaraan di Bali dan Kalimantan Selatan.

"Ini kita sayangkan dan kita sesalkan karena anak-anak muda sekarang ini mudah sekali terpapar paham radikalisme," kata Dedi di Mabes Polri.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini