WN Bangladesh yang Diamankan di Medan Bertambah jadi 290 Orang
Merdeka.com - Jumlah warga negara (WN) Bangladesh yang diamankan Imigrasi Medan bertambah menjadi 290 orang. Sementara pihak yang membantu mereka di Indonesia masih dalam pencarian.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Utara, Priyadi mengatakan, jumlah 290 WN Bangladesh itu merupakan data hingga Kamis (7/2) pukul 16.00 Wib.
Penambahan terjadi karena pihak Imigrasi terus melakukan pengembangan. "Mereka ditemukan di lokasi yang sama dan beberapa lokasi lainnya," ujar Priyadi.
Berdasarkan informasi dihimpun, seluruh WNA itu berkewarganegaraan Bangladesh. "Mereka masuk dengan cara legal. Informasinya masuk melalui Bali dan Yogyakarta, lalu ke Medan," lanjut Priyadi.
Sebagian kecil WN Bangladesh ini masih memegang paspor. Namun yang lainnya mengaku dokumen keimigrasiannya ditahan seseorang.
Petugas terus melakukan pengembangan, termasuk mencari pihak yang memegang paspor WN Bangladesh itu. Namun, menurut Priyadi, kasus ini belum termasuk kategori perdagangan manusia atau human trafficking. "Kita masih mendalami," jelasnya.
Saat ini, seluruh WN Bangladesh itu ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan di Belawan. Mereka menunggu proses lebih lanjut.
Tindak lanjut dalam kasus ini tergantung hasil penyelidikan. Jika nantinya ditemukan tindak pidana, hal itu akan ditangani kepolisian.
"Kalau untuk siapa yang menyekap mereka itu menjadi kewenangannya pihak kepolisian karena kita hanya menangani yang keimigrasiannya," tambah Priyadi.
Sebelumnya, 193 WN Bangladesh ditemukan disekap di salah satu ruko di Jalan Pantai Barat, Medan, Selasa (6/2) malam.
Keberadaan WN Bangladesh itu pertama kali diketahui masyarakat sekitar yang kemudian melapor ke polisi. Setelah ditemukan, WN Bangladesh itu dievakuasi ke Mapolrestabes Medan, Rabu (6/2) dinihari. Mereka lalu dikirim ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Medan, Jalan Gatot Subroto, kemudian ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan sambil menunggu proses lebih lanjut.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya