Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warganya dihukum mati, Australia bantah ungkit bantuan tsunami

Warganya dihukum mati, Australia bantah ungkit bantuan tsunami Tony Abbott. heraldsun.com.au

Merdeka.com - Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Husain Abdullah menyatakan Australia telah mengklarifikasi pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan bencana tsunami Aceh 2004 silam. Pernyataan tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan rakyat Indonesia.

"Tadi siang sekitar pukul 12.00 WIB, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menelepon Pak JK (Jusuf Kalla) sebagai Wapres berusaha memberi penjelasan bahwa pemerintahannya itu tidak bermaksud ada pamrih dengan bantuan yang diberikan di Aceh waktu tsunami," kata Husain Abdullah di Phoenam Resto Jakarta, Kamis (19/2).

Menurutnya, pernyataan Tony Abbott itu sebenarnya bukan emosi akibat permintaan pembatalan hukuman mati bagi warga negara Australia tidak dikabulkan. Justru, penyebutan soal bantuan tsunami Aceh itu upaya untuk menjelaskan hubungan Indonesia dan Australia telah berjalan baik.

"Menurut Menlu Austalia itu terpisah dan hanya ingin menggambarkan bahwa RI-Australia sudah lama terjalin kerja sama. Mereka menampik bahwa seolah-olah itu ada pamrih bantuan itu. Jadi itu yang ingin dia luruskan," terang dia.

Lanjut dia, berdasarkan keterangan yang diterima dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, penundaan hukuman mati warga Australia bukan sekarang akibat permasalahan teknis. Kejaksaan Agung masih memerlukan persiapan yang matang untuk melaksanakan eksekusi mati.

"Juga Pak JK bahwa memang pemerintah Indonesia menunda pelaksanaan itu karena hal teknis yang harus disiapkan," pungkas dia.

Sebelumnya diketahui, Perdana Menteri Australia Tony Abbott memberikan alasan baru mengapa Indonesia harus membatalkan eksekusi mati terhadap dua warga negaranya. Dia mengungkit bantuan Australia yang sangat besar untuk rekonstruksi Aceh usai diterjang tsunami pada Desember 2004.

Menurut Abbott, kebaikan warga Negeri Kangguru itu seharusnya dibayar Indonesia dengan memberi grasi pada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sedangkan, keduanya terbukti sebagai otak penyelundupan heroin yang disebut 'Bali Nine'.

"Tolong jangan dilupakan saat Indonesia dihantam tsunami, Australia langsung mengirimkan bantuan kemanusiaan miliaran dolar. Australia akan selalu menolong Indonesia. Dan kami berharap anda dapat membalas (kebaikan itu) pada saat ini," katanya dilansir dari Sydney Morning Herald, Rabu (18/2).

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP