Warga Tarakan temukan mortir sisa perang dunia II di kebunnya
Merdeka.com - Tim penjinak bom sub detasemen IV Gegana Polda Kalimantan Timur di Tarakan, Kalimantan Utara, telah meneliti mortir yang ditemukan warga, Minggu (10/12). Mortir itu diketahui sisa peninggalan perang dunia II.
Mortir itu ditemukan warga Juata Laut, Abdul Rahman, saat sedang membersihkan kebunnya. Saat mencangkul, mata cangkulnya menyasar benda keras. Dia berusaha terus menggali, hingga mengetahui benda keras itu mirip peluru ukuran besar.
Dia langsung melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tarakan. Tim penjinak bom langsung mengamankan mortir itu.
"Benar, jadi mortir itu sudah dievakuasi, diamankan tim Gegana Brimob. Mortir itu, jenis mortar, sisa peninggalan perang dunia II," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (12/12)
"Setelah diteliti tim Gegana, diketahui memang mortar itu, masih aktif. Sudah sangat tepat warga cepat melapor, dan cepat juga diamankan tim Brimob," ujar Ade.
Diakuinya, di daerah Tarakan memang seringkali ditemukan mortir dan sejenisnya yang merupakan sisa peninggalan perang dunia II. Tidak hanya di Tarakan, penemuan serupa di daerah lain di Kalimantan Timur.
"Seperti di daerah lain ya, seperti di Sangasanga Kutai Kartanegara, dan Balikpapan, juga tidak jarang ditemukan mortir atau barang lain seperti bom, sisa peninggalan perang dunia," tambah Ade.
"Biasanya memang ditemukan beberapa sisa peninggalan perang dunia. Karena daerah-daerah itu punya histori di era perang dunia II itu," ungkapnya.
Ade meminta warga lebih berhati-hati apabila beraktivitas di lokasi yang memungkinkan masih menyisakan bom atau mortir maupun mortar.
"Ketika menemukan barang atau hal lain itu bekas perang dunia, senjata, bahan peledak, peluru, saya harap warga segera melapor ke kepolisian atau aparat keamanan setempat," ucap Ade.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya