Warga Sumsel Diimbau Tak Ikut Gerakan People Power

Rabu, 15 Mei 2019 01:02 Reporter : Irwanto
Warga Sumsel Diimbau Tak Ikut Gerakan People Power Ulama dan Pemimpin di Sumsel Imbau Warga Tak Terpancing Gerakan People Power. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah ulama dan kepala daerah di Sumatera Selatan mengimbau masyarakat tidak mengikuti ajakan gerakan people power pada 22 Mei 2019 atau bersamaan dengan pengumuman hasil pemilu oleh KPU. Jika ada dugaan kecurangan, diminta diselesaikan secara hukum yang berlaku.

Imbauan disampaikan salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palemban, M Saim Marsadan. Menurut dia, seluruh masyarakat harus menaati setiap proses termasuk hasil Pemilu 17 Apri 2019 karena dinilainya berlangsung sukses.

"Terutama yang beragama Islam, saya mengimbau untuk menaati pemilihan yang aman, jujur, adil dan demokratis," ungkap Saim, Selasa (14/5).

Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti gerakan people power. Bagi dia, KPU sudah menyelenggarakan pemilu sesuai

"Kita berusaha menolak ajakan menghadiri People power," imbaunya.

Hal senada disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Palembang Imron Rosyidi. Dia meminta seluruh umat beragama tidl terpancing dengan gerakan people power terhadap pengumuman hasil pemilu oleh KPU pada 22 Mei nanti.

"Andaikata di dalam prosesnya ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan dan sebagainya, tentu ada jalur hukum yang dapat menyelesaikannya," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, menilai warganya cukup dewasa dalam menyikapi berbagi persoalan yang terjadi selama proses pemilu 2019. Sikap terhormat tersebut membuat Sumsel tetap kondusif meski sempat terjadi gesekan di beberapa daerah.

"Ini juga tak lepas dari kewaspadaan dari aparat keamanan, polisi dan TNI yang sampai saat ini masih terus mengamati dan mengawal proses demokrasi," ujarnya.

Deru mengajak warga Sumsel dapat menerima apapun hasil pemilu 2019 karena digelar secara transparan dan semua pihak yang berkepentingan. Jika ada ajakan-ajakan gerakan tertentu dari pihak-pihak lain yang berdampak melanggar hukum, sebaiknya ditolak tegas.

"Siapapun pemenangnya tolong kita hormati, konstitusi kita di dalam proses demokrasi perolehan suara terbanyak itulah sebagai pemenang. Kita hormati siapapun pemenangnya," kata dia. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini