Warga Solo gantung hantu koruptor sebagai simbol hukuman mati
Merdeka.com - Merasa geram dengan maraknya korupsi, sejumlah warga Solo menggantung belasan poster hantu koruptor, di Jembatan penyeberangan Sriwedari, Minggu, (8/12). Aksi tersebut mereka lakukan agar para koruptor jera dan segera mengakhiri perbuatannya.
"Kami sudah geram dan muak dengan perilaku mereka. Negeri ini, KPK khususnya kesulitan menangkap mereka. Inilah cara wong Solo, kami menggantung memedi (hantu) koruptor. Maksudnya agar mereka yang akan melakukan korupsi takut," ujar Haristanto, koordinator aksi.
Sementara itu, di Klaten, puluhan warga yang tergabung dalam Gerakan Orang Desa Anti Korupsi menggelar aksi simpatik dengan mengarak patung koruptor dan menggantungnya di tiang gantungan.
Mereka melempari patung yang diibaratkan sebagai seorang koruptor menggunakan uang receh. Tak lama kemudian koruptor diarak keliling kampung dan menuju halaman kantor Desa Pakisan. Setelah itu mereka menggantung koruptor sebagai simbol hukuman mati.
Kordinator aksi, Bambang Saptono mengatakan, aksi tersebut dimaksudkan agar pemerintah memberikan hukuman mati bagi koruptor sebagai efek jera. Indonesia termasuk salah satu negara yang jumlah koruptornya tertinggi.
"Kami prihatin terhadap maraknya korupsi di Indonesia. Diperlukan tindakan keras bagi penegak hukum agar sanksi atau hukuman bagi koruptor dipertegas, kalau perlu hukuman mati bagi para koruptor," tandasnya. (mdk/mtf)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya