Warga Papua di Jakarta Perkenalkan Budaya Lewat Konser
Merdeka.com - Sejumlah warga Papua yang ada di Jakarta menggelar konser kebersamaan dalam kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Ketua panitia acara Frans Ansanay menyampaikan, konser ini sebagai bentuk kesatuan warga Papua yang secara turun temurun telah hidup berdampingan dengan masyarakat Ibu Kota.
"Generasi angkatan saya itu sudah tua, generasi ke bawah itu banyak, anak cucu kami banyak, dan di sana hidup berdampingan dengan masyarakat asli Betawi. Kami merasa diterima, kami merasa bersama masyarakat Indonesia lainnya, bahkan suku lainnya juga, sehingga acara ini sengaja kami kemas untuk menunjukkan kepada masyarakat luas, bahwa kami orang Papua mempunyai budaya yang enerjik, sesuai dengan alam dan kondisi tanah kami di Papua sana," beber Frans di lokasi, Minggu (1/9).
Frans menyebut, lewat suasana CFD mereka bermaksud menyampaikan pesan kepada generasi Papua di Jakarta yang belum mampu menginjakkan kaki di tanah sukunya, agar lebih mengenal budaya mereka.
"Mereka akan tahu bahwa inilah budaya kami, tarian kami dan mereka akan merasa bangga atas jadi diri orang asli Papua. Jadi tidak mengalami krisis identitas setelah tinggal lama di sini," jelas dia.
Lebih lanjut, acara tersebut dimaksudkan untuk membuktikan bahwa masyarakat Papua dapat hidup berdampingan dengan warga lain.
"Kami hanya mau sebagai kami warga DKI, kami hidup di sini, dan anak cucu kami di sini, sehingga mereka harus belajar seperti bagaimana hidup berdampingan, bersosialisasi, supaya dia enggak malu. Kalau di jalan dibilang, elu Papua ya? Iya saya Papua. Ada orang Papua kulitnya putih, dan ada juga yang rambutnya lurus, itu bukan persoalan bagi kami. Jangan terjadi krisis identitas," Frans menandaskan.
Penonton mendadak haru saat lagu Tanah Papua dinyanyikan Frans. Tidak sedikit mereka bahkan meneteskan air mata.
Frans juga terkenal dengan keahliannya menggunakan sisir dan plastik layaknya alat musik saksofon. Dia disebut sebagai Kenny G Sisir dari Papua.
Tanah Papua merupakan lagu kebanggaan masyarakat Papua. Mendengarnya dibawakan, suasana yang awalnya ceria mendadak haru.
Frans Rumbinu sendiri berusaha mengontrol emosi saat memainkan sisirnya. Dia menahan tangis sambil terus berusaha meniup alat musiknya melanjutkan nada yang terputus.
Adapun lirik lagu Tanah Papua adalah sebagai berikut.
Di sana pulaukuYang kupuja slaluTanah Papua pulau indahHutan dan lautmuYang membisu slaluCendrawasih burung emas
Gunung-gunung, lembah-lembahYang penuh misteriKan ku puja slaluKeindahan alammu yang mempesonaSungaimu yang deras mengalirkan emasSyo Ya Tuhan Trima kasih.
Reporter: Nanda Perdana Putra
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya